Showing posts with label Biokimia. Show all posts
Showing posts with label Biokimia. Show all posts

19 June 2014

FITOKIMIA


Tumbuhan menghasilkan berbagai macam senyawa kimia organik berupa metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. Kebanyakan tumbuhan menghasilkan metabolit sekunder, metabolit sekunder juga dikenal sebagai hasil metabolism alamiah. Hasil dari metabolit sekunder lebih kompleks dibandingkan dengan metabolit primer. Berdasarkan asal biosintetiknya, metabolit sekunder dapat dibagi ke dalam tiga kelompok besar yakni terpenoid (triterpenoid, steroid, dan saponin) alkaloid dan senyawa-senyawa fenol (flavonoid dan tanin) (Simbala, 2009).
Skrining fitokimia adalah pemeriksaan kimia secara kualitatif terhadap senyawa-senyawa aktif biologis yang terdapat dalam simplisia tumbuhan. Senyawa-senyawa tersebut merupakam senyawa organik, oleh karena itu skrining terutama ditujukan terhadap golongan senyawa organik seperti alkaloida, glikosida flavonoida, tannin saponin, triterpenoid, dan steroid. Teknik penapisan dapat membantu langkah fitofarmakologi melalui seleksi awal pemeriksaan tumbuhan untuk membuktikan ada tidaknya senyawa kimia tertentu dalam tumbuhan tersebut (Fernworth, 1966).

Alkaloid

Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder terbesar. Pada umumnya alkaloid mencakup senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen dan biasanya terdapat dalam gabungan maupun sistem siklik. Kebasaan alkaloid menyebabkan senyawa tersebut sangat mudah mengalami dekomposisi terutama oleh panas dan sinar dengan dibantu oleh oksigen. Adanya alkaloid dalam daun atau buah diketahui dari rasa pahitnya di lidah (Harborne, 1987)


Plavonoid

Plavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam yang terbesar. plavonoid umumnya terdapat di dalam tumbuhan, terikat pada gula sebagai glikosida sebagai aglikon. Plavonoid terdapat di dalam tumbuhan sebagai campuran sehingga jarang dijumpai sebagai bentuk tunggal. Senyawa ini mencakup banyak pigmen pada tumbuhan, seperti pigmen bunga sehingga dapat menarik perhatian burung dan serangga penyerbuk bunga. Selain itu, plavonoid bergungsi sebagai pengatur tumbuh, pengatur fotosintesis, bersifat antimikroba dan antivirus. Dalam tubuh, plavonoid berfungsi menghambat enzim lipooksigenase yang berperan dalam biosintesis prostagaldin. Hal ini disebabkan karena plavonoid merupakan senyawa pereduksi yang baik sehingga menghambat reaksi oksidasi (Robinson, 1995).


steroid dan Triterpenoid

Triterpenoid  adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprena dan secara biosintesis  diturunkan  dari  hidrokarbon C-30  asiklik, yaitu skualena, senyawa ini tidak berwarna, berbentuk kristal, bertitik leleh tinggi dan bersifat optis  aktif, senyawa  triterpenoid  dapat  dibagi menjadi empat golongan, yaitu: triterpen  sebenarnya,  saponin, steroid, dan  glikosida  jantung. Senyawa ini berstruktur siklik, kebanyakan berupa alkohol, aldehid atau asam karboksilat. Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Lieberman-Buchard (anhidrida asetat-H2SO4 pekat) yang dengan kebanyakan triterpen dan sterol memberikan warna hijau- biru. Inti steroid  sama dengan inti triterpenoid  tetrasiklik. Steroid  alkohol  biasanya disebut dengan sterol. Sterol adalah triterpena yang kerangka dasarnya cincin  siklopentana  perhidrofenantrena. Dahulu  steroid dianggap  sebagai  senyawa  hormone (asam empedu), tetapi sekarang  banyak ditemukan pada jaringan tumbuhan. (Harborne,1987). Steroid
banyak digunakan sebagai obat antara lain untuk mengobati gangguan kulit, diabetes, gangguan menstruasi, malaria dan antiinflamasi. Pada umumnya steroid berfungsi sebagai hormon.

Saponin
Saponin diberi nama demikian karena sifatnya menyerupai sabun. Saponin adalah senyawa aktif permukaan yang kuat dan menimbulkan busa, jika dikocok dengan air. Beberapa saponin bekerja sebagai antimikroba. Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non-gula (aglikon). Saponin ini terdiri dari dua kelompok yaitu Saponin triterpenoid dan saponin steroid. Kedua jenis saponin ini larut dalam air dan etanol, tetapi tidak larut dalam eter (Robinson, 1995)

Tanin

Struktur umum Tanin
Senyawa tanin termasuk ke dalam senyawa polifenol. Senyawa tannin dibagi ke dalam dua yaitu tannin yang terhidrolisis dan tannin yang terkondensasi. Pada tanaman tannin berfungsi sebagai sistem pertahanan dari predator, contohnya pada buah yang belum matang akan terasa sepat dan asam. Hal ini merupakan sifat umum tannin yang bersifat asam dan sepat. Selain itu, tannin juga dapat mengendapkan protein, alkaloid, dan glatin. Senyawa ini berfungsi sebagai antimikroba, antidiare, antihelmintik (Tiwari et all, 2011). Tannin juga dapat membentuk khelat dengan logam secara stabil sehingga jika manusia kebanyakan mengonsumsi makanan yang mengandung tannin maka zat besi pada darah akan berkurang sehingga menyebabkan anemia (Hangerman, 2002).
BACA SELENGKAPNYA.....

13 June 2013

Sari Buah Merah Sebagai Anti Kanker Rahim dan Payudara

Pandanus conoideus Lam (buah merah) termasuk tanaman endemik yang hanya tumbuh di suatu daerah tertentu, banyak mengandung  senyawa antioksidan, antara lain betakaroten, tokoferol, virblastin, asam oleat, asam linoleat dan asam lemak tak jenuh.  Buah dari tumbuhan endemik di Papua ini telah digunakan untuk makanan, pewarna alami, kerajinan, kelengkapan upacara adat,  pengawet daging dan  sagu, serta obat oleh penduduk di wilayah Papua. Salah satu peneliti dan pengusaha buah merah, Drs. I Made Budi, M.Si., mengatakan buah merah hidup di paparan sahul di daerah Maluku Utara, Papua, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Buah merah dengan kualitas terbaik terdapat di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut. “Buah ini bisa tumbuh mengalami anomali saat ditanam di tempat lain,” kata Ketua Jurusan Biologi Universitas Cenderawasih, Papua, ini.
BACA SELENGKAPNYA.....

02 June 2013

Fungsi Biologis Enzim

Enzim mempunyai berbagai fungsi bioligis dalam tubuh organisme hidup. Enzim berperan dalam transduksi signal dan regulasi sel, seringkali melalui enzim kinasedan fosfatase. Enzim juga berperan dalam menghasilkan pergerakan tubuh, denganmiosin menghidrolisis ATP untuk menghasilkan kontraksi otot. ATP-ase lainnya dalam membran sel umumnya adalah pompa ion yang terlibat dalam transpor aktif. Enzim juga terlibat dalam fungs-fungsi yang khas, seperti lusiferase yang menghasilkan cahaya pada kunang-kunang.
BACA SELENGKAPNYA.....

22 May 2013

SELULOSA DAN ENZIM SELULASE

Selulosa merupakan homopolisakarida dengan glukosa sebagai monomernya. Molekul selulosa berbentuk linier dan tak bercabang yang terdiri dari 10.000 sampai 15.000 unit D-glukosa (Lehninger, 2008).Perbedaan selulosa dengan amilosa yang juga polisakarida dari glukosa terletak pada konfigurasi residu glukosa penyusunnya.Selulosa tersusun dari residu-residu β-glukopiranosil yang dihubungkan dengan ikatan β(1à4), sedangkan amilosa oleh ikatan α(1à4) akibatnya terdapat perbedaan yang kontras dalam hal struktur dan sifat fisik keduanya. Gambar 2 di bawah menunjukkan perbedaan ikatan glikosidik glukosa yang terdapat pada amilosa dan selulosa.
a






Gambar 2  Struktur Amilosa (a) dan Struktur Selulosa (b)
(sumber: Lehninger, 2008)




Selulosa adalah senyawa organik yang paling melimpah di alam.Ada dua tipe dasar selulosa yang terdapat di alam, yaitu pektoselulosa dan lignoselulosa. Contoh pektoselulosa seperti rami yang mengandung 80% selulosa dan contoh lignoselulosa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sebagai senyawa utama penyusun dinding sel tanaman, selulosa mencakup sekitar 30% dari keseluruhan material tumbuhan (90% dari kapas dan 50% dari kayu merupakan selulosa).
Pemanfaatan selulosa telah dilakukan di berbagai bidang, diantaranya untuk produksi kertas, fiber, dan senyawa kimia turunannya untuk industri plastik, film fotografi, rayon, dan lainnya. Produk hidrolisis selulosa yaitu gula (glukosa) juga merupakan senyawa yang vital dalam industri bioproses. Oleh karena itu penggunaan selulosa sebagai sumber glukosa, di samping sebagai sumber energi terbarukan yang murah dan melimpah untuk berbagai keperluan semakin berkembang. Hidrolisis selulosa dapat dilakukan dengan menggunakan asam kuat maupun enzim selulase.Hewan herbivora dapat menggunakan selulosa sebagai bahan makanan karena memiliki rumen mikroflora untuk menghasilkan enzim selulase. Rumen mikroflora merupakan komunitas dari berbagai jenis mikroorganisme yang hidup di dalam perut hewan herbivora tersebut.
Selulase merupakan kumpulan dari beberapa enzim yang bekerja bersama untuk hidrolisis selulosa.Mikroorganisme tertentu menghasilkan partikel yang dinamakan selulosom. Partikel inilah yang akan terdisintegrasi menjadi enzim-enzim, yang secara sinergis mendegradasi selulosa (Belitz dkk, 2008). Sedikitnya ada tiga enzim yang terlibat dalam degradasi atau hidrolisis selulosa, yaitu endo-β-glukanase, ekso-β-glukanase, dan β-glukosidase. Nama lain dan fungsi dari enzim tersebut dalam hidrolisis selulosa dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2 Komponen enzim di dalam kompleks enzim selulase
EC No.
Nama
Sinonim
Reaksi
3.2.1.4
Endo-β-glukanase
Faktor Cx; CMCase; 1,4-β-D-glukan glukanohidrolase
Endohidrolisis ikatan 1,4-β-D-glukosidik, membentuk glukosa dan selo-oligosakarida.
3.2.1.91
Ekso- β-glukanase
Faktor C1; avicelase; 1,4-β-D-glukan selobiohidrolase
Eksohidrolisis ikatan 1,4-β-D-glukosidik membentuk selobiosa dari selulosa atau 1,4-β-glukooligosakarida.
3.2.1.21
β-glukosidase
Selobiase; amygdalase
Hidrolisis residu β-D-glukosa terminal dalam β-glukan.
(sumber: Belitz dkk, 2008)

Pengelompokkan enzim selulase berdasarkan kespesifikan substrat masing-masing enzim yaitu: endo-β-1,4-glukanase (β-1,4-D-glukan-4-glukanohidrolase) menghidrolisis ikatan glikosidik β-1,4 secara acakterutama pada daerah amorf serat selulosa. Enzim ini dapat bereaksi dengan selulosa kristal tetapi kurang aktif. Selain itu, endo-β-1,4-glukanasetidak menyerang selobiosa, tapi menghidrolisis selodekstrin danselulosa yang telah dilunakkan dengan asam fosfat dan selulosa yang telah disubstitusi (seperti CMC). Enzim ini secara umum dikenal sebagai CMC-ase atau selulase Cx.
Enzim β-1-glukanase atau secara umum dikenal dengan selulase C1, menyerang ujung rantai selulosa nonpereduksi dan membebaskan selobiosa tetapi tidak menyerang selulosa yang disubstitusi. Sedangkan  enzim β-1,4-glukosidase (selobiase) menghidrolisis selobiosa dan rantai pendek selo-oligosakarida yang menghasilkan glukosa.
Tahapan-tahapan hidrolisis selulosa oleh selulase dapat dilihat pada Gambar 3.


  
Gambar 3 Tahapan-tahapan hidrolisis selulosa
(Sumber: Ghori, 2001).

Faktor C1 sangat diinhibisi oleh produknya, sehingga selobiase diperlukan agar hidrolisis selulosa dapat berlangsung. Selobiosa juga diinhibisi oleh produknya glukosa, sehingga hidrolisis sempurna selulosa hanya dapat dilakukan jika tersedia selobiosa dalam jumlah besar atau glukosa yang terbentuk segera dipisahkan.
BACA SELENGKAPNYA.....

16 May 2013

QUORUM SENSING: Sistem komunikasi bakteri dan prosesnya..

proses pembentukan Biofilm pada bakteri.
Sistem komunikasi tidak hanya terjadi pada manusia dan jenis hewan multiseluler saja. Penelitian terbaru menyatakan bahwa makhluk hidup uniseluler juga memiliki sistem komunikasi. Bentuk komunikasi yang terjalin dengan begitu rapi dan terorganisir. Bakteri tidak bisa berbicara selayaknya manusia, namun mereka sendiri memiliki sistem komunikasi tersendiri yang dikenal dengan Quorum Sensing.
Quorum sendiri sebenarnya merupakan bentuk interaksi antar bakteri. Adanya Quorum sensing membuktikan bahwa bakteri pun menjalin komunikasi melalui sinyal yang di keluarkan (ekskresikan) oleh bakteri sehingga mereka saling kenal satu dengan yang lainnya. Sistem interaksi Quorum sensing mengakibatkan bakteri sejenis saling mengenal, saling berkomunikasi dan berkumpul di salah satu tempat. Sistem interaksi Quorum sensing mengakibatkan bakteri sejenis saling mengenal, saling berkomunikasi dan berkumpul di salah satu tempat. sinyal yang dihasilkan ini disebut Autoinducer. setiap spesies bakteri menghasilkan autoinducer yang berbeda sehingga sinyal yang dihasilkan oleh suatu bakteri akan dikenal oleh sesama spesies.
BACA SELENGKAPNYA.....

01 April 2013

Penguraian selulosa paling baik dari Pegunungan Papua

Selulosa merupakan homopolisakarida yang terbentuk dari 10.000 hingga 15.000 unit D-glukosa yang dihubungkan melalui ikatan β-1,4 glikosidik sehingga membentuk linier dan tidak bercabang.  

selulosa banyak terdapat di alam, contohnya seperti alang-alang, sabuk kelapa, tandan kosong kelapa, batang sagu, kayu, dan lain-lain. sebagian besar komposisi dari contoh diatas terdiri dari selulosa. Dari contoh diatas dapat kita ketahui bahwa selulosa itu sangat melimpah di alam. namun, pada kenyataannya dapat dilihat bahwa penggunaan selulosa sangat terbatas.
BACA SELENGKAPNYA.....

06 March 2013

ANAK KECIL LAHIR CACAT AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH YANG TRA BENAR

Di kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pandangan menurut ilmu yang pernah saya dapatkan selama ini. hal ini bukan karena saya tidak meyakini hal-hal mistis yang terjadi di daerah sana, terutama di Timika-Papua. pada tahun 2012 yang lalu, ada beredar video bayi yang lahir tanpa tengkorak kepala yang lengkap (bolong tengah). waktu itu, video tersebut saya lihat secara tidak sengaja saat teman (pacar) saya menyimpannya di dalam laptop. 
saya sangat terkejut melihat video tersebut. tidak hanya itu, saya juga sangat ketakutan pada waktu itu. melihat badan si bayi yang baru lahir itu sudah berotot, terus nada suaranya sekilas terdengar seperti suara orang tua.
BACA SELENGKAPNYA.....

08 July 2012

Transformasi dengan sel kompeten (Referensi Tinpus)

Transformasi dilakukan dengan menggunakan sel kompeten.  Sel kompeten  merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk disisipi DNA dari luar. Praktikum  ini menggunakan sel E. coli sebagai sel kompeten. Sel tersebut kemudian digunakan untuk transformasi yaitu disisipkannya plasmid ke dalam sel tersebut. Sel yang telah ditransformasi disebut transforman (Lodish et al.).  Hasil yang diperoleh dari praktikum transformasi ini adalah koloni E. coli dalam cawan.
Koloni  E. coli  tumbuh dalam  cawan dengan membentuk koloni berwarna putih. Sel transforman dikultur  pada media dengan ampisilin. Hal ini sesuai dengan teori yang ada. Sel tersebut mampu tumbuh pada media dengan ampisilin karena di dalam selnya  terdapat plasmid (Lodish et al.). Keberadaan  plasmid di dalam sel E. coli membuat sel tersebut resisten terhadap antibiotik ampisilin.
Hasil yang diperoleh untuk sel transforman adalah tumbuh pada kedua cawan kultur. Sel non  transformasi merupakan sel yang tidak disisipi plasmid sehingga tidak  dapat tumbuh pada media dengan ampisilin. Hasil praktikum  menunjukkan bahwa sel nontransformasi tidak tumbuh pada media dengan ampisilin.

Lodish. Berk. Matsudaira. Kaiser. Krieger. Scott. Zipursky. Darnell. 2000. Molecular Cell
Biology fifth Edition. Freeman and Company. New York.

BACA SELENGKAPNYA.....

21 May 2012

ABSORPSI DAN GLIKOLISIS

Jalur Glikolisis
Absorpsi atau penyerapan nutrient, dalam hal ini biomolekul yang terdiri dari makromolekul-makromolekul karbohidrat, protein, lipid, dan juga asam nukleat, hanya mungkin terjadi bila makromolekul-makromolekul tersebut dikatabolisme melalui proses pencernaan agar dapat masuk ke dalam sel target. Makromolekul dalam bentuk polimer tersebut akan disederhanakan oleh proses pencernaan menjadi monomer masing-masing, dan monomer-monomer inilah, seperti monosakarida, asam amino, asam lemak, gliserol, dan nukleotida akan masuk ke dalam sel melalui mekanisme translokasi yaitu mekanisme difusi dan transport aktif.      
BACA SELENGKAPNYA.....

24 March 2012

GLUKONEOGENESIS

Pada dasarnya glukoneogenesis adalah sintesis glukosa dari senyawa bukan karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino. Proses glukoneogenesis berlangsung terutama dalam hati. Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati. Di sini asam laktat diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi dalam suatu proses yaitu glukoneogenesis (pembentukan gula baru). 
Glukoneogenesis yang dilakukan oleh hati atau ginjal, menyediakan suplai glukosa yang tetap. Kebanyakan karbon yang digunakan untuk sintesis glukosa akhirnya berasal dari katabolisme asam amino. Laktat yang dihasilkan dalam sel darah merah dan otot dalam keadaan anaerobik juga dapat berperan sebagai substrat untuk glukoneogenesis. Glukoneogenesis mempunyai banyak enzim yang sama dengan glikolisis, tetapi demi alasan termodinamika dan pengaturan, glukoneogenesis bukan kebalikan dari proses glikolisis karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversibel, artinya diperlukan enzim lain untuk reaksi kebalikannya.
Glukokinase
1. Glukosa + ATP Glukosa-6-fosfat + ADP

fosfofruktokinase
2. Fruktosa-6-fosfat + ATP fruktosa-1,6-difosfat + ADP

Piruvatkinase
3. Fosfenol piruvat + ADP asam piruvat + ATP

Enzim glikolitik yang terdiri dari glukokinase, fosfofruktokinase, dan piruvat kinase mengkatalisis reaksi yang ireversibel sehingga tidak dapat digunakan untuk sintesis glukosa. Dengan adanya tiga tahap reaksi yang tidak reversibel tersebut, maka proses glukoneogenesis berlangsung melalui tahap reaksi lain. Reaksi tahap pertama glukoneogenesis merupakan suatu reaksi kompleks yang melibatkan beberapa enzim dan organel sel (mitokondrion), yang diperlukan untuk mengubah piruvat menjadi malat sebelum terbentuk fosfoenolpiruvat.
Tiga reaksi pengganti yang pertama mengubah piruvat menjadi fosfoenolpiruvat (PEP), jadi membalik reaksi yang dikatalisis oleh piruvat kinase. Perubahan ini dilakukan dalam 4 langkah. Pertama, piruvat mitokondria mengalami dekarboksilasi membentuk oksaloasetat. Reaksi ini memerlukan ATP (adenosin trifosfat) dan dikatalisis oleh piruvat karboksilase. Seperti banyak enzim lainnya yang melakukan reaksi fiksasi CO2, pada reaksi ini memerlukan biotin untuk aktivitasnya. Oksaloasetat direduksi menjadi malat oleh malat dehidrogenase mitokondria. Pada reaksi ini, glukoneogenesis secara singkat mengalami overlap (tumpang tindih) dengan siklus asam sitrat. Malat meninggalkan mitokondria dan dalam sitoplasma dioksidasi membentuk kembali oksaloasetat. Kemudian oksaloasetat sitoplasma mengalami dekarboksilasi membentuk PEP pada reaksi yang tidak memerlukan GTP (guanosin trifosfat) yang dikatalisis oleh PEP karboksikinase.
Reaksi pengganti kedua dan ketiga dikatalisis oleh fosfatase. Fruktosa-1,6-bisfosfatase mengubah fruktosa-1,6-bisfosfat menjadi fruktosa-6-fosfat, jadi membalik reaksi yang dikatalisis oleh fosfofruktokinase. Glukosa-6-fosfatase yang ditemukan pada permulaan metabolisme glikogen, mengkatalisis reaksi terakhir glukoneogenesis dan mengubah glukosa-6-fosfat menjadi glukosa bebas.
Dengan penggantian reaksi-reaksi pada glikolisis yang secara termodinamika ireversibel, glukoneogenesis secara termodinamika seluruhnya menguntungkan dan diubah dari lintasan yang menghasilkan energi menjadi lintasan yang memerlukan energi. Dua fosfat berenergi tinggi digunakan untuk mengubah piruvat menjadi PEP. ATP tambahan digunakan untuk melakukan fosforilasi 3-fosfogliserat menjadi 1,3-bisfosfogliserat. Diperlukan satu NADH pada perubahan 1,3-bisfosfogliserat menjadi gliseraldehida-3-fosfat. Karena 2 molekul piruvat digunakan pada sintesis satu glukosa, maka setiap molekul glukosa yang disintesis dalam glukoneogenesis, sel memerlukan 6 ATP dan 2 NADH. Glikolisis dan glukoneogenesis tidak dapat bekerja pada saat yang sama. Oleh karena itu, ATP dan NADH yang diperlukan pada glukoneogenesis harus berasal dari oksidasi bahan bakar lain, terutama asam lemak.
Walaupun lemak menyediakan sebagian besar energi untuk glukoneogenesis, tetapi lemak hanya menyumbangkan sedikit fraksi atom karbon yang digunakan sebagai substrat. Ini sebagai akibat struktur siklus asam sitrat. Asam lemak yang paling banyak pada manusia yaitu asam lemak dengan jumlah atom karbon genap didegradasi oleh enzim -oksidasi menjadi asetil-KoA. Asetil KoA menyumbangkan fragmen 2-karbon ke siklus asam sitrat, tetapi pada permulaan siklus 2 karbon hilang sebagai CO2. Jadi, metabolisme asetil KoA tidak mengakibatkan peningkatan jumlah oksaloasetat yang tersedia untuk glukoneogenesis. Bila oksaloasetat dihilangkan dari siklus dan tidak diganti, kapasitas pembentukan ATP dari sel akan segera membahayakan. Siklus asam sitrat tidak terganggu selama glukoneogenesis karena oksaloasetat dibentuk dari piruvat melalui reaksi piruvat karboksilase.
Kebanyakan atom karbon yang digunakan pada sintesis glukosa disediakan oleh katabolisme asam amino. Beberapa asam amino yang umum ditemukan mengalami degradasi menjadi piruvat. Oleh karena itu masuk ke proses glukoneogenesis melalui reaksi piruvat karboksilase. Asam amino lainnya diubah menjadi zat antara 4 atau 5 karbon dari siklus asam sitrat sehingga dapat membantu meningkatkan kandungan oksaloasetat dan malat mitokondria. Dari 20 asam amino yang sering ditemukan dalam protein, hanya leusin dan lisin yang seluruhnya didegradasi menjadi asetil-KoA yang menyebabkan tidak dapat menyediakan substrat untuk glukoneogenesis.

Pengaturan Glukoneogenesis
Hati dapat membuat glukosa melalui glukoneogenesis dan menggunakan glukosa melalui glikolisis sehingga harus ada suatu sistem pengaturan yang mencegah agar kedua lintasan ini bekerja serentak.Sistem pengaturan juga harus menjamin bahwa aktivitas metabolik hati sesuai dengan status gizi tubuh yaitu pembentukan glukosa selama puasa dan menggunakan glukosa saat glukosa banyak. Aktivitas glukoneogenesis dan glikolisis diatur secara terkoordinasi dengan cara perubahan jumlah relatif glukagon dan insulin dalam sirkulasi. Bila kadar glukosa dan insulin darah turun, asam lemak dimobilisasi dari cadangan jaringan adipose dan aktivitas -oksidasi dalam hati meningkat. Hal ini mengakibatkan peningkatan konsentrasi asam lemak dan asetil-KoA dalam hati. Karena asam amino secara serentak dimobilisasi dari otot, maka juga terjadi peningkatan kadar asam amino terutama alanin. Asam amino hati diubah menjadi piruvat dan substrat lain glukoneogenesis. Peningkatan kadar asam lemak, alanin, dan asetil-KoA semuanya memegang peranan mengarahkan substrat masuk ke glukoneogenesis dan mencegah penggunaannya oleh siklus asam sitrat.
Asetil-KoA secara alosterik mengaktifkan piruvat karboksilase dan menghambat piruvat dehidrogenase. Oleh karena itu, menjamin bahwa piruvat akan diubah menjadi oksaloasetat. Piruvat kinase dihambat oleh asam lemak dan alanin, jadi menghambat pemecahan PEP yang baru terbentuk menjadi piruvat. Pengaturan hormonal fosfofruktokinase dan fruktosa-1,6-bisfosfatase diperantarai oleh senyawa yang baru ditemukan yaitu fruktosa 2,6-bisfosfat. Pembentukan dan pemecahan senyawa pengatur ini dikatalisis oleh enzim-enzim yang diatur oleh fosforilasi dan defosforilasi. Perubahan konsentrasi fruktosa-2,6-bisfosfat sejajar dengan perubahan untuk glukosa dan insulin yaitu konsentrasinya meningkat bila glukosa banyak dan berkurang bila glukosa langka. Fruktosa-2,6- bisfosfat secara alosterik mengaktifkan fosfofruktokinase dan menghambat fruktosa 1,6-bisfosfatase. Jadi, bila glukosa banyak maka glikolisis aktif dan glukoneogenesis dihambat. Bila kadar glukosa turun, peningkaan glukagon mengakibatkan penurunan konsentrasi fruktosa-2,6-bisfosfat dan penghambatan yang sederajat pada glikolisis dan pengaktifan glukoneogenesis.

Daftar Pustaka
Poedjiadi,A.2005.Dasar-dasar Biokimia.UI-Press,Jakarta.
Wirahadikusumah,M.1985.Biokimia:metabolisme energi, karbohidrat, dan lipid. Penerbit ITB, Bandung.
BACA SELENGKAPNYA.....

15 October 2011

Tanaman Obat dari Pegunungan Arfak Manokwari


         Tak pernah habis misteri yang Tuhan sembunyi di belahan Dunia terutama di Bumi Papua. mulai dari penelitian maupun pengamatan dari berbagai kalangan pun terus dilakukan dan banyak memberikan gelar dari Bumi ini. Namun, itu hanya sebagian kecil dari kekayaan yang baru diungkap lewat berbagai proses. Masih dan masih saja ada sesuatu yang baru dari bumi ini yang membuat saya terkagum-kagum akan potensi dan kekayaannya.
        Setelah search di google, saya menemukan potensi suatu tanaman obat dari pegunungan Arfak Manokwari. Beberapa waktu lalu, saya juga sempat membaca penemuan berbagai spesies binatang baru yang mengejutkan para peneliti. menurut pengamatan saya, beberapa tahun terakhir ini para peneliti berfokus daerah pegunungan Arfak karena daerahnya masih asli seperti amazon sehingga berbagai spesies langkah masih ada disana. hasil yang mereka temukan disana juga sangat memuaskan bahkan para peneliti pun terkagum-kagum melihat spesies langkah ini.
           Salah satu tanaman obat yang juga terdapat dipegunungan Arfak berpotensi dapat menyembuhkan bisul dan dapat pula digunakan sebagai untuk cacingan. Nama tanaman itu dalam bahasa setempat adalah Sesbou. Tumbuhan Sesbou memiliki bermacam-macam khasiat yang baik untuk kesehatan kita. Sesuai dengan penjelasan mereka (masyarakat setempat), Akar atau umbi dari tanaman ini bisa membunuh cacing yang mendiami perut manusia terutama pada anak-anak 
          Cara pengolahannya sangat simpel, terlebih dahulu tanaman sesbou tersebut perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan air bersih. Setelah itu umbi atau akarnya diambil lalu ditumbuk atau diparut hingga halus. Jus yang dihasilkan kemudian dicampur dengan air hangat. Tidak semua extrak Sesbou diminum. Untuk anak-anak, jumlah yang direkomendasikan hanyalah satu sendok teh. Jumlah itu sudah cukup untuk membunuh cacing yang mendiami perut mereka.
            Disamping bermanfaat untuk membersihkan tubuh kita dari cacing, daun tanaman Sesbou tersebut digunakan pula oleh masyarakat Suku Arfak untuk mempercepat keluarnya nanah dari bisul yang sedang kita derita. Cara penggunaannya sederhana saja. Tutup daerah yang terserang bisul dengan daun Sesbou. Dalam beberapa hari saja, nanah akan keluar dan luka yang ditimbulkannya akan cepat mengering.
          Dengan adanya khasiat seperti ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi untuk dapat dikembangkan dan diteliti secara detail kandungan senyawa kimiawi yang terdapat dalam tanaman Sebau ini. agar senyawa yang terdapat didalamnya dapat dijadikan Obat dan aman untuk dikonsumsi dari berbagai  usia sesuai takaran yang jelas.


Sumber Referensi: 
---http://charlesroring.wordpress.com/2010/09/28/tanaman-obat-untuk-cacingan-dan-bisul-dari-pegunungan-arfak-manokwari/




BACA SELENGKAPNYA.....

14 October 2011

kenapa menggunakan BIOETANOL dari Singkong.


Di Era modern ini, pemanasan global akibat efek rumah kaca ramai diperbincangkan disana-sini. ini menjadi suatu hal yang serius, sehingga pemerintah beralih untuk mencoba membuat suatu bahan bakar yang dapat menekan emisi gas yang terbentuk di udara. salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan BIOETANOL. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang sangat menjanjikan karena mudah di dapat dari tanaman dengan cara fermentasi yang bahan utamanya adalah ETANOL.
beberapa sifat (keunggulan ) sehingga digunakan sebagai bahan bakar alternatif, antara lain:
  1. merupakan cairan berwarna bening
  2. toksisitas rendah
  3. tidak menimbulkan emisi Carbon yang tinggi bila terbakar.
  4. bila dicampurkan dengan Bensin akan meningkatkan nilai oktan sehingga dapat terbakar secara sempurna dan dapat mengurangi emisi carbon seperti karbon monoksida.
Bioetanol bisa ditemukan di dalam tanaman singkong yang merupakan tanaman paling populer di dunia khususnya di negara tropis. di indonesia sendiri, tanaman singkong ini masih sangat banyak dan mempunyai potensi besar untuk digunakan sebagai energi alternatif. Singkong diolah menjadi bioetanol, pengganti premium. Menurut Dr Ir Tatang H Soerawidjaja, dari Tcknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), singkong salah satu sumber pati. Pati senyawa karbohidrat kompleks. Sebelum difermentasi, pati diubah menjadi glukosa, karbohidrat yang lebih sederhana. Untuk mengurai pati, perlu bantuan cendawan Aspergillus sp. Cendawan itu menghasilkan enzim alfamilase dan gliikoamilase yang berperan mengurai pati menjadi glukosa alias gula sederhana. Setelah menjadi gula, bam difermentasi menjadi etanol.

BACA SELENGKAPNYA.....

Ada apa dengan UBI UNGU...

Ternyata manfaat ubi ungu melebihi yang ada di otak saya, sangat luar biasa, bahkan bisa rugi kalo tidak mengkonsumsinya. Meski jenis makanan ini terkesan kampungan, tapi manfaat yang dikandungnya malahan melebihi makanan modern yang ada di perkotaan.
Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas, sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kanker, dan penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis. Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan produk olahannya, mencegah gangguan fungsi hati, antihipertensi, dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik).
Total kandungan antosianin bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah. Total antosianin pada ubi jalar ungu sendiri adalah 519 mg/100 g berat basah. ubi ungu juga mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Dia juga merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu.

Franchise Bakpao Telo, sebuah perusahaan makanan di Malang, telah memasarkan berbagai produk pangan dari ubi jalar berwarna ungu seperti tepung, keripik, es, krim, bakpao, kue mangkuk, donat, mi, piza, hot dog, bakpia, dan jus dengan moto “Healthy Food Is Our Priority”.
Ubi ungu bisa menjadi anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi daripada beberapa varietas.Selain itu pigmen warna ungu pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghambat penggumpalan sel-sel darah.
Semakin pekat warna ubi jalar, maka semakin pekat beta karoten yang ada dalam ubi jalar Betakaroten, selain sebagai pembentuk vitamin A, juga berperan sebagai pengendali hormon melatonin. Hormon ini merupakan antioksidan bagi sel dan sistem syaraf, berperan dalam pembentukan hormon endokrin.
Jadi jika Anda ingin mencegah kanker, jangan ragu untuk mengkonsumsi ubi jalar ungu.
BACA SELENGKAPNYA.....

13 October 2011

Sehat mengonsumsi Ubi jalar (petatas), mau tau kandungannya...?

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Petatas memiliki beberapa warna, antara lain warna putih, kuning( sering disebut merah), dan ada juga yang berwarna ungu. pada, pembahasan kali ini saya akan lebih fokus membahas tentang ubi jalar yang berwarna kuning (merah).
Bagi masyarakat yang mediami dibagian pegunungan PAPUA, ubi merupakan makanan pokok yang selalu dihidangkan kapanpun. ini karena ubi sangat mudah untuk dimasak dan dapat dihidangkan dimanapun. Ubi (petatas) merah sebagai sumber karbohidrat yang mengandung betakaroten, vitamin E, Kalsium dan zat besi juga serat. Sekalipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya warna daging buahnya adalah tidak merah, tapi kekuningan hingga jingga alias orange. Tak heran jika kini ubi menjadi primadona di berbagai negara Amerika, Korea Selatan, Filipina, Taiwan dan Jepang. Apalagi dalam berbagai riset antara lain yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sebagai bahan makanan bernutrisi tinggi. Kandungan karotenoid (betakaroten) pada ubi merah, dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas, sehingga dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan.
Ubi jalar putih mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.

Khasiat Betakaroten Si Provitamin A Khasiat ubi jalar merah sebagai "obat mata" telah terbukti di Kabupaten Jayawijaya. Awalnya 0.5 % penduduknya menderita bercak bitot (xeroftalmia), bercak putih kapur pada kornea mata. Penyakit kekurangan vitamin A ini dapat menyebabkan kebutaan. Setelah masyarakat di Jayawijaya menyantap ubi jalar merah daunnya tak ada lagi penderita mata disana. tidak hanya itu, Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang menghasilkan kelenjar pineal di dalam otak.
Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan. Kurang asupan vitamin A menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Keterbatasan produksi melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan.
Ubi jalar juga merah yang berlimpah vitamin A & E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin. Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E ubi jalar merah mecegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah. Manfaat tersebut didukung pula oleh kandungan serat dalam ubi jalar merah. Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang bekerja serupabusa spon. Serat menyerap kelebihan lemak/ kolesterol darah, sehingga kadar lemak/ kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar merah ini sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu. Selain mencegah sembelit, oligosakarida memudahkan buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida mengakibatkan kembung.
Ubi jalar merah juga kaya vitamin E. Dari 2/3 cangkir ubi merah kukus yang dilumatkan diperoleh asupan vitamin E untuk memenuhi kebutuhan sehari. Satu buah sedang (100 g) ubi jalar merah kukus hanya mengandung 118 kalori, 1/4 kalori sepotong black forest cake. Zat gizi lain dalam ubi jalar merah adalah kalium, fosfor, mangan dan vitamin B6. Jika dimakan mentah ubi jalar merah menyumbang cukup vitamin C. Makan 1 buah sedang ubi jalar merah mentah sudah memenuhi 42 % anjuran kecukupan vitamin C sehari. Dibanding dengan havermut (oatmeal), ubi jalar merah lebih kaya serat, khususnya oligosakarida. Menyantap ubi jalar merah 2 - 3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi
Ubi merah ini juga merupakan umbi-umbian yang mengandung senyawa antioksidan paling komplet. Selain vitamin A, C dan E terdapat vitamin B6 yang berlimpah berperan penting dalam menyokong kekebalan tubuh dan membantu tubuh memproduksi sel pelawan penyakit (antibody).
BACA SELENGKAPNYA.....

28 August 2010

Mengapa Jangan Minum Teh Kemasan


VIVAnews - Jika Anda ingin mendapatkan khasiat teh secara maksimal, pilihlah teh yang diseduh dengan air hangat, bukan teh kemasan siap minum. Menurut penelitian yang dipresentasikan dalam National Meeting of the American Chemical Society, teh instan mengandung level antioksidan dan polifenol sangat rendah.

"Konsumen sebenarnya mengerti konsep dari manfaat minum teh dan mengonsumsi produk teh lainnya. Tetapi di sini ada jarak persepsi yang besar antara sehatnya mengonsumsi teh dengan jumlah pasti nutrisi dalam teh siap minum," kata salah satu peneliti, Shiming Li, PhD, seperti dikutip dari NY Daily News.


Sebenarnya kekurangan teh siap minum bukan hanya karena level nutrisi yang sangat rendah, tetapi juga kandungan gulanya yang sangat tinggi. Tim peneliti mengetahuinya dengan mengukur kadar polifenol pada enam merk teh yang beredar dipasaran.

Setengah dari merk tersebut diketahui secara virtual tidak memiliki antioksidan, serta kadar polifenol sangat kecil. Teh yang dikemas dalam kantung biasanya mengandung 175 miligram polifenol, dua kali lebih besar dibandingkan teh siap minum.

Alasan mengapa kadar nutrisi teh siap minum sangat sedikit ternyata cukup dilematis. Menurut Li, perusahaan sengaja menurunkan kadar polifenol dalam teh kemasan demi merebut pasar. Sebab, nutrisi utama dalam teh itu memberi efek rasa pahit yang tak disukai konsumen.
BACA SELENGKAPNYA.....

11 June 2009

PENYEBAB KEGEMUKAN

Karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang sangat penting bagi tubuh. Namun, kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi masyarakat sekarang adalah karbohidrat olahan yang umumnya dominan gula dan tepung, tetapi miskin zat-zat lainnya terutama vitamin, mineral, enzim, dan serat. Karbohidrat olahan dapat menyebabkan kegemukan karena sebagian besar tidak bisa diserap, sehingga menumpuk di dalam tubuh serta disimpan sebagai glikogen dan lemak tubuh.
Sebaliknya, karbohidrat alami atau yang tidak terlalu banyak diproses seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian alami ( wholegrains) tidak menyebabkan kegemukan karena kaya akan serat, vitamin, mineral, dan enzim. Serat menyebabkan perut cepat kenyang meskipun hanya dimakan sedikit. Seratpun mengikat dan sekaligus membuang lemak dan kolesterol jahat dalam saluran usus. Sebaliknya, enzim, vitamin, dan mineral sangat penting dalam proses metabolisme karbohidrat.

Karena sebagian karbohidrat akan diubah oleh tubuh menjadi lemak, makanan karbohidrat yang mengandung ekstra minyak atau lemak; misalnya nasi goring dan kolak pisang; atau makanan kecil sepert dodol, permen, cake, dan es krim sebaiknya dihindari atau dibatasi.

Sumber: Gizi dan Kesehatan 2005
BACA SELENGKAPNYA.....