Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

03 June 2014

Doa Syukurku PadaMu Tuhan

Sumber Gambar Klik



JalanMu tak terselami.
karyaMu Sungguh ku kagumi.
TuntunanMu takkan pernah salah arah.

BerkatMu slalu melimpah, 
bagi stiap insan yang meminta pada-Mu Tuhan.
MujizatMu sungguh nyata, 

Sungguh...
itulah yang Kurasakan dalam hidupku.
Ku bersyukur Punya Tuhan seperti Engkau.

Inilah Ucapan syukurku
 Buat kasihMu, Mujizatmu, 
yang terjadi  di dalam hidupku. 

Engkaulah Allah, 
penuntunku,
Perancang jalan hidupku,
Yang membuat semua indah di akhir cerita.
Yang empunyai beribu cara agar membuatku terkagum-kagum.

Tidak ada Allah lain selain Engkau, Tuhan.
Hanya Engkau yang aku percaya.
kini dan sepanjang massa.
Haleluya..

AMIN

BACA SELENGKAPNYA.....

28 May 2014

Kisah Nyata Orang-orang yang Mati Dikutuk Karena Ucapannya Sendiri

Ilustrasi


Hati - hatilah Berbicara , jangan pernah meremehkan Tuhan dengan UCAPAN KITA. Apalagi ucapan DEMI TUHAN dengan sembarangan, berikut ini adalah buktinya:

1. John Lennon (Penyanyi)
Saat interview dengan American Magazine,ia berkata,"Agama akan berakhir dan hilang. Saya tidak perlu menjelaskannya. Tuhan sih OK, namun pengajaranNya terlalu sederhana. Hari ini kami jauh lebih tenar dariNya." (1966). Setelah mengatakan itu, John tewas ditembak penggemarnya.

2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)
Selagi kampanye, ia berkata bila mendapat 500.000 suara dari anggota partainya, maka tidak ada yg dapat mendepaknya dari posisi presiden, BAHKAN TUHAN SENDIRI. Akhirnya, ia mendapat lebih dari 500.000 suara, tapi SEHARI sebelum peresmian jabatannya, ia sakit dan mati.

3. Cazuza (Artis Brazil)
Dalam penampilannya di Rio de Janeiro, sambil menghisap cerutu, ia mengebulkan asapnya ke udara sambil berkata,"Tuhan, ini untukMu." Pada umur 32, ia meninggal karena kanker paru2 dalam kondisi yg mengerikan.

4. Marilyn Monroe (Artis USA)
ia dikunjungi Billy Graham setelah memimpin sebuah KKR, yang mengatakan bahwa Roh Allah mengirimnya untuk menyampaikan sesuatu. Setelah mendengarkan apa yg disampaikan Billy Graham, ia berkata,"Maaf, aku tidak memerlukan Tuhan mu." Seminggu kemudian Marilyn ditemukan tewas di apartemennya.

5. Bon Scott (Ex vokalis AC/DC)
Dalam salah satu lagu di albumnya (1979), ia mengatakan "Jangan hentikan aku. Aku sedang asyik berjalan ke neraka." Pd 19 Februari 1980, Bon ditemukan tewas krn TERSEDAK oleh MUNTAHNYA sendiri.

6. Campinas (2005)
Sekelompok anak muda yg mabuk menjemput seorang gadis, teman mereka, yg ditemani ibunya hingga masuk ke mobil. Karena sangat kuatir, sang ibu berkata,"Tuhan besertamu, putriku." Putrinya menjawab,"BOLEH SAJA ASALKAN IA DUDUK DI BAGASI, karena disini sudah penuh!" Beberapa jam kemudian dikabarkan mobil tersebut mengalami kecelakaan fatal. Rusak parah dan bentuknya tak dapat dikenali lagi. Anehnya, BAGASINYA TETAP UTUH, bahkan ternyata sekotak telur didalamnya tak ada SATUPUN YANG PECAH !


[repost]
BACA SELENGKAPNYA.....

27 May 2014

Ketika Semuanya Telihat Buruk

Harapan 

Kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai cobaan. Cobaan terkadang membuat kita luput dan lupa akan segala nikmat yang Tuhan berikan kepada kita. Pada umumnya manusia kehilangan akal ketika dihadapkan berbagai macam persoalan atau cobaan hidup.  Berbagai macam respon yang akan diberikan  oleh setiap manusia dalam menyelesaikan cobaan hidup ini. Yang lebih parahnya lagi,
banyak yang memilih untuk mengakhiri perjalanan hidup di muka bumi ini dengan caranya masing-masing. ada yang memilih menggantungkan diri, meminum obat (overdosis), meminum racun, buang diri, dan masih banyak modus lainnya.

Ketika kita merasa tidak ada yang berpihak pada diri kita dan lebih memilih untuk  mengakhiri hidup ini. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa kamu adalah salah satu orang yang beruntung karena kamu masih punya sesuatu yang sangat berharga yaitu "NAFAS". Nafas ini merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita agar bisa menikmati segala yang ada dibumi ini. Suatu harapan (nafas) yang diberikan oleh Tuhan untuk menyingkap setiap misteri kehidupan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.  Jadi, jangan menyia-nyiakan nafas ini. 

Berserulah kepadaNya, sebab Ia (Tuhan) selalu ada dan mampu menyelesaikan semua persoalanmu dengan caranya yang ajaib dan penuh mujizat yang akan membuatmu berjalan dari heran yang satu ke heran yang lainnya.
BACA SELENGKAPNYA.....

12 April 2013

Busung Lapar di Papua akibat Sebuah ketergantungan...?

Waktu kian Silih berganti, informasi kelaparan kian timbul dan tenggelam di bumi cendrawasih yang konon katanya tanah surga, tanah yang diberikan untuk orang Keriting. Tanah yang selalu dipuja oleh orang pendatang dari berbagai negara datang ke tempat ini. Originalitas alamnya mampu memikat setiap hati. kesuburan tanahnya luar biasa, bahkan lantunan lagu Yance Rumbino pun mengatakan "jangankan alamnya, sungainya pun mengalirkan emas" sembari mengucapkan syukur kepada Tuhan.
Banyak orang  akan bertanya, "kenapa daerah yang subur dan kaya ini bisa mengalami kelaparan..?". hal yang  mengundang banyak perhatian dari berbagai belahan dunia manapun. Pasti terdengar aneh, tapi ini memang nyata dan terjadi di Papua. Setelah Yahukimo beberapa tahun yang silam. sekarang giliran tambraw, kabupaten pemekaran dari sorong. bahkan, informasi terbaru mengatakan bahwa di Yahukimo kembali terjadi busung lapar. Wah, ini benar-benar tidak masuk akal...? 
Setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda-beda tentang hal tersebut diatas. Menurut persepsi pribadi saya, kelaparan ini bisa terjadi karena sebuah KETERGANTUNGAN yang telah diajarkan secara langsung oleh Pemerintah Pusat. Bantuan-bantuan BaMa dari pusat termasuk salah satu yang paling berpengaruh terhadap perubahan ekonomi masyarakat. Dengan adanya bantuan tersebut perlahan dapat merubah paradigma dari masyarakat sehingga perubahan pola hidup mulai terlihat di lingkungan masyarakat itu sendiri.
Bantuan Pusat pun semakin gencar di pelosok-pelosok tanah Papua, budaya bertani dan beternak pun mulai bergeser ke budaya  instan (bergantung). Budaya baru yang notabenenya mengharapkan sesuatu yang instan. Lahan yang dahulu hijau karena tanah pertanian kini hijau karena ilalang. Masyarakat yang sejak dahulu mengkonsumsi ubi, sagu, keladi, dll. mulai bergeser dan mengkonsumsi makanan impor dari pusat. Beras pun menjadi makanan kelas elit di daerah-daerah.
Ironisnya lagi, daerah yang notabenenya sudah memiliki makanan lokal seakan dipaksa secara tidak langsung untuk mengkonsumsi bahkan menanam padi. Hal yang sangat disayangkan, bila pemerintah daerah masing-masing memperlakukan cara ini. Alangkah baiknya,  sektor pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan mengoptimumkan komoditas-komoditas lokal  yang selama ini menjadi primadona di tiap daerah masing-masing.
Dari persepsi diatas, ada sedikit solusi yang ingin saya paparkan bahwa, bila ada bantuan berlebih dari pusat dalam rangka penanganan kasus busung lapar maka hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pelatihan-pelatihan tentang pentingnya ketahanan pangan lokal. Bila perlu diberikan materi tentang  kandungan dari tanaman lokal serta potensi pengolahan dan pemasaran. Disamping itu,  diperlukan pembimbingan agar dapat menciptakan inovasi-inovasi dari hasil pangan lokal tersebut.
Cara tersebut diatas menurut saya merupakan langkah yang tepat agar dapat keluar dari kasus busung lapar yang terjadi secara berulang di Papua.


BACA SELENGKAPNYA.....

26 January 2013

Sebuah Sayatan di Hati

tataplah hari depan dengan segala harapan
Dulu, waktu sa masih kecil. suasana di kampung aman skali. Da pu masyarakat paling ramah, kalau ada yang mau pindahkan rumah atau ada yang punya pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan sendiri tu dong saling bantu. Pokoknya paling rukun sudah. Ditambah lagi dengan da pu tatanan budaya teratur rapi. Anak-anak muda paling patuh terhadap orang tua di kampung, apalgi kepada kepala adat (kepala desa) itu dong paling hormati skali. Kalau kepala desa suruh kerja, dong smua rame-rame turun kerja. Diiringi dengan nyanyian adat “Yu Waita”. Nyanyian ini seakan membakar semangat para pekerja untuk menyelesaikan tugas mereka. Sebesar apapun dong pu tugas. Kalo dong su waita tu, tra lama lagi pekerjaan itu akan selesai. 
Sungguh, suasana yang aman dan tentram. Pagi kalo matahari terbit tu,  da pu awan susun rapi di kaki  gunung seakan seperti tentara dong baris baru kasih selamat pagi buat anak-anak sekolah yang dari dari pelosok dusun. Melewati kabut awan yang menutupi sepanjang dong pu perjalanan. Sa ingat skali, kalo pagi tu da pu dingin macam bikin tong tra kuat jalan. Kaki keram. Tapi bagi anak sekolah, itu merupakan hal yang biasa. Saat pagi sperti itu da pu gunung tu terlihat cerah skali. Trada awan yang tutup karena da pu awan su turun tuk memberikan salam bagi warga situ. Terdengar suara kecil-kecil  di bawah kaki gunung yang awalnya satu suara. Lama-lama menjadi dua suara dan menjadi sekelompok suara yang serentak dong menyanyikan. Ternyata itu adalah “yu waita” yang dinyanyikan oleh sekelompok anak kecil yang sedang pergi ke sekolah tuk menimbah ilmu. Melewati  gumpalan-gumpalan awan yang menutupi sepanjang perjalanan itu. Ternyata lagu itu  merupakan penyemangat mereka. Lagu itu juga memberikan isyarat kepada teman-teman seumuran yang laen untuk segera bersiap dan bersama tuk menuju tempat dimana dong menimbah ilmu.
Suasana saat itu kental dengan budaya, ada sa pu teman-teman yang pake koteka ke sekolah. Waktu SD kelas satu, dua. Itu bukan merupakan suatu yang baru bagi tong anak pribumi karena memang hal itu sudah biasa dan itu memang tong pu budaya. Tapi sayang, hal itu lama-kelamaan mulai hilang. Sejalan dengan datangnya banyak guru-guru dan pedagang dari luar. Dong wajibkan kepada anak sekolah tuk berpakian sekolah. Padahal, itu adalah tong warga pribumi pu pakean. Dong bilang itu tra boleh karena kurang bagus tuk dilihat. Ditambah lagi dengan masuknya jalan raya dari kota besar yang melewati sa pu kampung. Seakan membuat semua yang jauh menjadi dekat. Dulu Nabire tu tong rasa paling jauh, tapi sekarang hanya berapa jam saja su sampe lewat jalan darat. Banyak barang-barang baru masuk dari luar. Membuat warga setempat tergoda dan bernafsu untuk memiliki barang tersebut. Tidak terasa, perlahan tong pu tatanan budaya yang tersusun rapi tu mulai hancur. Anak-anak mudah su mulai gabung dengan orang luar. Anak-anak itu terhanyut dengan iming-iming yang dong kasih.  Dampaknya, apapun yang orang tua dong kasih tau tu anak mudah su tra mau ikut. Dong su rasakan sesuatu yang lebih enak, disana dong dapat imbalan “mege” (uang) dengan gampang. Dong kerja sedikit su dapat uang. Sapa juga yang tra mau kalau seperti itu. Pekerjaan yang dulu dong biasa kerja secara sukarela itu mulai berubah.
Orang tua dong suruh kerja bakti, anak muda dong bilang “mana uang”. Seakan uang itu menjadi tuan mereka. Dong melawan ke orang tua, baru dong bilang “kam mau bayar pake uang apa..? bikin rugi kita pu tenaga saja”. Banyak anak muda menjadi kurir bagi orang pendatang di sa pu tempat. Banyak juga yang lupa tuk pergi ke sekolah. Bagi mereka, yang penting su ada uang tu su cukup. Untuk apa pergi ke sekolah tiap pagi tabrak awan dan angin. Bikin rugi saja, lebih baik kerja sdikit tapi dapat mege. Itu sudah lebih dari cukup. Lama- lama, itu menjadi kebiasaan yang susah dirubah. Sampai-sampai, dong mau jual dong pu tanah. Bagaimana tidak, iming-iming yang dong kasih juga menggiurkan. Dong tra sadar, kalau hidup itu tidak hanya sekarang saja. kam pu anak mau taruh dimana..?. pedagang su mulai menempati tanah yang dong su beli tadi, di sana dong jual barang-barang lebih mahal 2 kali lipat. (Bersambung…)



BACA SELENGKAPNYA.....

05 June 2012

SEBUAH SURAT DARI BAPA

Anak-ku.....
saat kau bangun dari tidurmu, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, 
walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas hari yang telah Aku berikan kepadamu, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mengerjakan tugas dan mempersiapkan diri untuk pergi kuliah.
AKU kembali menantimu......
saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk. begitu juga dikamarmu engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apa-apa. Aku melihat engkau menggerakan kakimu, Aku Berpikir engkau akan berbicara pada-Ku, tetapi engkau mengambil handphone (HP) dan menelepon orang yang kau kenal. setelah menelepon, Aku melihatmu pergi kuliah dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku...
Sebelum makan siang, 
Aku memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku. itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Tidak apa-apa.....
masih ada waktu yang tersisa, Aku berharap engkau akan berbicara pada-Ku, meskipun saat kau pulang ke asrama (kontrakan) kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. setelah kau mengerjakan pekerjaanmu, engkau pergi makan dan tidak menyapa-Ku. Selesai makan, kau menelfon teman dan keluargamu. kemudian engkau melompat ke tempat tidur dan tak lama kemudian engkau tertidur dengan lelap.
Ku pikir kau terlalu lelah...
tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu. Setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.
Anak-ku...
walaupun engkau melupakan-Ku, Aku tetap mengasihimu dan menjagamu hingga engkau bangun kembali. aku akan selalu menanti dengan penuh kasih dengan harapan bahwa esok hari kau akan memberikan-Ku sedikit waktu.
semoga harimu menyenangkan Anakku...

TTD
 Father



BACA SELENGKAPNYA.....

16 May 2012

Ilustrasi: Angka Nol dengan Tuhan

Beberapa minggu yang lalu, seorang kawan pernah berkata “angka 1 sampai 9 adalah milik manusia, sedang angka 0 (nol) adalah milik Tuhan”…aku mengernyitkan dahi, tanda tidak mengerti. secara sederhana dia jelaskan kepadaku bahwa angka berapapun jika dibagi dengan angka nol hasilnya tak terhingga, sedang yang tak terhingga itu menunjukkan kuasa Tuhan..
Masih belum jelas ya?…okay mari kita perjelas bersama.

Tuhan : kata orang, Tuhan itu tak berawal dan berakhir, dia diluar ruang dan waktu..

Nol : kata orang matematika, angka nol secara bentuk (geometrik angka/bilangan) tak punya awal dan akhir.

Tuhan: Tuhan memberi segala sesuatu kepada mahluknya, kepunyaan dia tidak berkurang.

Nol : Nol jika dibagi dengan angka berapa pun (kecuali Nol) hasilnya tetap nol, artinya tidak berkurang dan tidak bertambah.

Tuhan : derajat hamba (mahluk) dinilai dari kedekatannya kepada Tuhan.

Nol : jika angka dibelakang koma (kedekatan dengan Nol) akan bertambah nilainya (0,001), semakin dekat (0,01) akan lebih bertambah nilainya. (10)..

Tuhan: aku ada, namun kebanyakan mahlukku menganggap aku tidak ada (secara materi/alam indra).

Nol : angka nol sering dibilang "kosong"(tidak ada), bukan berarrti "tidak bernilai" (ada).. 

Tuhan : Tuhan itu adalah Allah yang berkuasa, tidak ada yang lainnya selain Dia.

Nol : jika dikalikan dengan angka berapapun, akan tetap sama dengan NOl

Tuhan : jika mahluk ingin melebihi tuhan, tak akan sanggup.karna kekuatan tuhan "tak terhingga"..

NOL : jika angka berapapun (kecuali nol) dibagi dengan NOL, hasilnya tetap tak terhingga (~)...

apakah filsafat matematika sedang mengajarkan kita untuk mengenal tuhan??

BACA SELENGKAPNYA.....

27 March 2012

Menghargai Hidup

Yakobus 4:13-14

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 64; Markus 8; Bilangan 11-12

Banyak orang yang menghancurkan kehidupannya dengan hal-hal yang sia-sia karena tidak mengerti mengapa Allah menempatkan mereka di bumi ini. Kehidupan kita ini begitu penting karena kita berharga di mata Tuhan. Bagaimana cara kita menghargai hidup ini?

Pertama, hargailah pasangan Anda. Suami menghargai istrinya, begitu pula sebaliknya. Menghargai berarti juga mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan. Martin Luther sangat menghargai istrinya, Katie sehingga suatu hari ia pernah berkata "Aku tidak akan mengganti Katie dengan apa pun juga, bahkan meski dengan negara Perancis atau pun kota Venice."

Kemudian belajarlah menghargai rekan kerja Anda. Ray Kroc, pendiri McDonald's pernah berkata "Tak seorang pun dari kami lebih penting daripada yang lain dalam kelompok kami." Mia Hamm seorang pemain kunci sepak bola wanita Amerika Serikat yang terkenal berkata "Saya adalah salah seorang anggota dari sebuah tim, dan saya bergantung kepada tim saya. Saya selalu mendahulukan tim dan rela berkorban demi tim karena timlah, bukan setiap orang yang ada di dalamnya, yang menjadi juara akhir."

Jangan biarkan pengorbanan Kristus menjadi sia-sia dengan menghancurkan hidup ini dengan hal-hal yang tidak penting. Bila kita menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus yang begitu mahal, sudah sepatutnya kita mengerti bahwa betapa berharganya kehidupan ini. Mari, hargai hidup Anda dengan berpikir dan melakukan hal-hal yang memberkati agar dunia ini menjadi lebih hidup dan bermakna!

Jangan menyalibkan Kristus untuk kedua kalinya dengan melakukan hal yang sia-sia.


===================================
Jika ingin membaca lagi silahkan kunjungi SUMBER : http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/03/menghargai-hidup.html
BACA SELENGKAPNYA.....

26 March 2012

Ibrani 4:12 ; 2 Timotius 3:16 ; Mazmur 119:18

"Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:18)


"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12)


"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)
BACA SELENGKAPNYA.....