Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

24 March 2015

Setiap Hari Kenyang

ilustrasi
Ya, begitulah kalau tinggal di rumah ini. Rumah milik Petrus Pekei dan Seperlimen Agapa. Sementara, mereka berdua menjadi orangtua wali saya. Saya lebih senang panggil mereka dengan panggilan om pekamoye dan made agapa dega. Kami tinggal di Kompleks Apeyai, Desa Gakokebo, kecamatan Tigi Utara, tepat di samping jalan raya Trans Nabire-Deiyai-Paniai.Kata kompleks “APEYAI” berasal dari gunung kecil yang berada di samping rumah. Gunung kecil ini berada di bawah gunung tinggi yang menjadi pujaan 3 kabupaten yaitu gunung Deiyai. Kami tinggal tepat di bawah kaki gunung Deiyai. 

Udara disini lumayan dingin. Setiap malam saya tidur dengan menggunakan jaket yang om belikan di pasar enarotali. Walau demikian, kadang malam saya masih merasakan badan keram karena dingin. Kadang, malam terasa berada di kota besar karena bunyi kendaraan yang melintas terdengar tanpa henti. Soal makanan, Selama saya tinggal sebulan lebih di rumah ini tidak perlu ditanyakan lagi. Setiap hari perut saya tidak pernah kosong. Bukan hanya kosong, tapi perut kadang tidak mampu menampung makanan. Bagemana tidak..? makanan untuk saya, mamade biasa isi di Loyang. Walau beberapa kali saya sering mengatakan ke mamade agar timba makanan di piring biasa karena saya tidak terbiasa makan di piring yang besar. Namun, mamade tetap bersikeras untuk kasih makanan di Loyang. Hampir setiap pagi saya membuang sebagian makanan tersebut. Mamade tidak pernah marah saya. Mamade bilang “ada bebek jadi nanti kasih bebek saja”. Hahhahaah, beberapa kali mamade lihat saya buang sisa makanan tpi mamade tetap kasih makanan di wadah yang sama. 

Tidak jauh dari tempat kami tinggal, tepatnya di ujung tanjung Apeyai masyarakat setempat sering mengadakan pasar tradisional setiap hari selasa-kami-sabtu. Menurut kebiasaan disini, mereka mengadakan pasar tradisional pada hari tersebut karena di pasar induk Waghete biasa hari pasarnya setiap senin-rabu-jumat. Meski demikian, saya jarang ke pasar. Biasanya om yang bangun pagi lalu menuju ke pasar untuk membeli makanan. om beli makanan tidak sedikit. Kadang saya sampai heran. Betapa banyaknya bahan makanan yang om beli. Namun, saya sudah tahu. Siapa om sebenarnya dan selera makannya bagemana…? Hahahaa. Sekilas kalau saya gambarkan om menurut selera makannya itu, om orangnya rajin, ulet, pekerja keras, dan suka makan banyak. Sambil bercanda, Om selalu paksa saya agar makan banyak, biar badan gendut. hahaha

Badan saya mulai gendutan. Hal tersebut terlihat ketika saya bercermin. Kaget rasanya, pipi saya yang dahulu terlihat cekung. Kini sudah terlihat cembung. Beberapa kali saya capture foto dengan handpone lalu melihat muka berulang-ulang. Hahaha… hasilnya benar. Puji Tuhan, keadaan saya baik-baik disini. Walau setiap pagi tadah angin dingin. Mamade setiap pagi buatkan kami Teh hangat untuk santap dengan nota. Wah, terasa udara dingin yang mengusik hati hilang entah kemana. Kalau saya gambarkan, mamade agapa dega orangnya sangat baik. Sulit untuk saya tuliskan dalam kata-kata. Begitu pula om pekamoye. Om melengkapi semua keperluan saya. Setiap perjalanan jauh om pasti ikutkan saya. Kami berdua sering juga berjalan ke luar kota.

BACA SELENGKAPNYA.....

19 December 2014

Pekatnya Kopi, Mengingatkanku Padamu

Alm. Kak Roni

Malam ini terasa begitu pekat, langit yang gelap menakuti rasa di balik atap rumah. Tidak seperti biasa, dahaga itu seakan menggerogoti tubuhku. Dahaga yang dulu pernah ku rasakan. Dahaga itu seakan menjadi kebiasaan. Namun, Kebiasaan itu kini mulai pudar. Sang pemberi dahaga telah berlalu bersama sang pencuri waktu. Kini, di tengah malam ini tinggal aku sendiri yang kecanduan.
Perlahan ku memegang alat masak yang telah di gantung di dapur.  Suasana rumah pun sunyi. Tak ada satupun yang bersuara. Saya di dapur masih berharap. Akan ada sosok yang datang menemaniku berbagi canda tawa. Sayang, suasana sudah tidak seperti dulu lagi. Kini telah berubah 360 0C. Rumah yang dahulu dihuni oleh para periang itu telah berubah menjadi bisu bak tak berpenghuni. Pikiran saya tak pergi dari kelamnya dunia malam ini. Sediiiiihhh….. terasa sampe ke hati yang paling dalam. Rotasi waktu telah menelan sang periang itu. Saya masih terdiam bingung di ruangan ini (dapur).
Hancur rasanya, mengingat masa itu. Lebih hancur lagi mengingat kaka besarku pergi tanpa pamit. Tepat  seminggu sebelum saya pulang kampung. Hati ini sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, hancurrrrrrr. Saya tidak pernah menyangka kalau dia juga akan pergi mengikuti jejak mereka yang telah pergi dahulu. Entah mengapa ini bisa terjadi…? Terpaku ku disini. Mengangkat kepala pun terasa berat. Banyak pertanyaan pun menari di dalam otak. Entah sama siapa akan ku berikan pertanyaan ini tuk dijawab. Sampai saat ini saya belum tahu. Sampai kapan saya akan jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Orang-orang yang biasa menjawab pertanyaan ini telah menolakku tuk menjawabnya karena mereka telah memilih tuk menjadi pembisu.
Si dia, yang ku panggil sebagai kk sekaligus bapa pun telah pergi. Rumah terasa hampa. Ruangan yang dulu selalu ramai pun sekarang sudah tidak lagi. Hampir  tak ada pengunjung sama sekali. Lagu-lagu yang biasa 24 jam itu pun tak ada. Sedih…. Malam ini mungkin harus ku habiskan sendiri bersama secangkir kopi hitam. Semoga gelapnya malam ini tak sehitam kopi malam ini. Teringat jelas cerita berdua saat tempo dulu. Berencana tuk membuat rumah di Kimi. Saya pikir rencana itu akan menjadi kenyataan. Namun, di awal cerita ini, diapun telah pergi. Sebenarnya tinggal selangkah lagi kita ingin menjadikannya sebagai kenyataan tapi apalah daya. Kita tak bisa melawan kenyataan yang telah ditetapkan oleh sang Pencipta.
Tak sadar, Ternyata saya yang paling tua di rumah ini. Walaupun demikian, sebenarnya saya masih belum siap. Tpi apa boleh buat, mau dan tidak saya harus menerima kenyataan ini. Saya Harus berlatih dari sekarang, itulah tugas saya. Jangan sampai mereka (adik2) memilih jalan yang salah. Mereka harus sukses. Saya harus mengarahkan mereka. Sama halnya ketika kka bapa mengarahkanku sejak saya menuntut ilmu.

Terimakasih buat Alm. ka Yosina, Alm. Ka Roni, Alm. Bapa, Alm. Om Motemoye, Alm.  Made Feronika. Kalian telah melukis jalan hidupku dengan kebahagiaan yang tak dapat ku beli dengan berlian sekalipun. Kisah-kisah itu hanya tinggal cerita. Akan aku ceritakan pada adik2 ini. Terimakasih juga karna dengan ketiadaan kalian, Saya merasakan betapa berartinya hidup ini di sisa hariku. Saya pun merasa bangga bisa ada di keluarga ini. Keluarga yang penuh canda tawa. Terimakasih buat Tuhan Yesus yang telah mengijinkan kami bertemu dalam keluarga ini. Walau hanya sebentar. 
BACA SELENGKAPNYA.....

09 June 2014

Antara Saya, Ka Ina dan Kampus

Tujuh (7) tahun sudah, saya menempuh pendidikan di tanah Pasundan Bogor. Tepatnya di Institut pertanian Bogor (IPB). Waktu yang tidak cepat. Banyak kisah yang telah saya jalani kampus ini. Mulai dari kisah yang menarik hingga kisah yang menyedihkan. Ada masa dimana saya down, ada juga masa dimana saya bersemangat untuk menempuh ilmu dengan baik. 
Banyak teman-teman saya saat SMK maupun kuliah telah bekerja. Namun, saya masih menempuh pendidikan sampai saat ini. Wah, suatu keadaan yang sangat tidak mengenakan. Apalagi ketika bertemu teman lama dan bertanya tentang pekerjaan atau tentang studi. Kadang saya merasa minder dengan mereka. Namun, dengan nada yang setengah tegas saya katakan bahwa "saya masih kuliah". Banyak diantara teman-teman saya menganggap saya tidak mampu atau entah apalah yang mereka pikirkan setelah saya mengatakan demikian. Dalam pikiran saya, yang penting saya telah mengutarakan kata yang sebenarnya tanpa membohongi teman saya.Tidak hanya disitu saja, banyak orang-orang sekampung juga sering bertanya lewat telpon atau lewat media sosial tentang keadaan dan status pendidikan saya. Saya selalu menjawabnya dengan jawaban yang sama seperti diatas. 
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kadang membuat saya frustrasi. Rasanya ingin menghindar jauh-jauh dari hadapan mereka agar mereka tidak mengganggu saya, namun sangat susah.Semakin lama saya berdiam dalam keadaan seperti ini, saya merasa saya semakin tertekan. Satu-satunya cara adalah harus menghadapi keadaan ini agar apa yang saya impikan dapat tercapai, walaupun saya telah menyia-nyaikan banyak waktu.
------------------------------------------------------------------------------
Salah satu penyebab terbesar keterlambatan ini adalah ketika saya memasuki semester 6. Seperti biasanya, sebagai seorang mahasiswa. saya mengerjakan tugas-tugas dari kampus hingga pagi hari. Hari itu, saya tidak tidur semalaman. Dengan badan yang agak sedikit lemas, saya bergegas mandi dan menuju ke kampus untuk mengikuti perkuliahan pagijam 07.00 wib. Tidak seperti biasanya, hari itu badan saya terasa sangat lemas. Entah kenapa.? rasanya badan ini tak berdaya. seakan tulang belulang hancur lebur. Perlahan saya melangkahkan kaki menuju ke tempat kuliah. 
Sesampainya di ruang kuliah, saya langsung duduk di kursi pojok belakang ruang kuliah, dengan harapan saya bisa tidur sebentar untuk mengistrahatkan badan yang lelah. Dosen masuk ruang kuliah dan mulai mengajar. Tidak lama kemudian handphone di saku bergetar. Bergegas saya mengambil handphone tersebut dan mengeceknya. Wah, ternyata ada pesan yang masuk dari kaka angkat saya. tidak menunggu lama, saya langsung membuka pesan tersebut. Saya membaca Isi dari pesan tersebut dengan seksama. Awal pesan berbunyi aneh, sms ini tidak seperti biasanya. kaka saya mengatakan, 
sebelum baca sms ini kamu harus berdoa terlebih dahulu.
Saya penasaran, lalu dengan cepat membaca pesan berikutnya, Wah tidak disangkah-sangkah  pesan itu adalah berita duka. Ternyata kaka pertama saya telah pergi ke pangkuan bapa di sorga. Saya tidak berdaya menahan rasa sedih. Kaka yang paling saya sayangi telah kembali ke Bapa di sorga tanpa berpamitan. Air mata pun jatuh berlinang di pipih. Saya merasakan kehilangan sesosok kaka yang selalu menjadi panutan sekaligus tempat saya curhat dikalah senang maupun saat mengalami kesusahan.
Saya bergegas untuk berdiri lalu melangkahkan kaki dengan tujuan untuk meminta ijin ke dosen agar keluar ruang kuliah sebentar. Namun, air mata saya mengalir deras sehingga teman seperjuangan yang duduk disamping saya bertanya. kenapa kamu nangis bob..? saya langsung memberikan handphone lalu menyuruhnya untuk baca pesan tersebut. Teman saya langsung berdiri lalu meminta ijin kepada dosen untuk memberitahukan informasi tersebut kepada teman-teman di dalam ruang kuliah. Mereka terkejut mendengar berita itu. setelah itu, dosen menyuruh saya untuk istrahat di kos saja. 

Saya dan teman saya pulang ke kosan dengan kendaraan. Setelah sampai di kosan, pikiran saya semakin bercampur baur. Namun, badan saya telah lelah. jadi, saya memilih untuk tidur. Tidak tahu, entah berapa jam yang telah saya lewati. saya pun membuka mata. Wah, ternyata saya telah istrahat sehari full (12 jam). Rasa lelah di badan telah hilang, namun tidak dengan rasa sedih itu. Air mata pun tak dapat tertahankan. Pikiran melayang jauh di angkasa. 
Secara otomatis, memory yang pernah kami lewati bersama pun terputar kembali.Semua kisah itu terpampang nyata. Semua yang pernah kami rencanakan hilang sirna di telan badai perpisahan yang abadi. Cita-citaku dulu yang pernah bercerita dengan kaka untuk menghadirkan kaka di samping saya agar menyaksikan saya memakai pakaian wisuda dan toga lalu foto bersama pun kini tinggal cerita. Ternyata itu hanyalah sebuah rencana saya sebagai seorang manusia yang tidak bisa melebihi rencana Tuhan.Saya sangat terpukul, semangat saya untuk belajar pun menurun drastis.Namun, Saya sadar, kalau semua manusia akan kembali ke hadirat Tuhan. saya merasa bahwa waktu kepergiaanya tidak adil buat saya karena kaka tercinta tidak bisa menghadiri hari kesuksesan itu. sedih rasanya, namun saya harus terima kenyataan itu. 

Saya bersedih karena kaka saya sangat dekat dengan saya. Walaupun usia kami tidak jauh beda, kaka saya sangat perhatian sama saya.Ada satu cerita yang saya selalu ingat. 
Saat kecil, orang tua saya selalu memberikan kami bekal untuk sarapan di sekolah saat istrahat. disaat bekal saya habis dan saya bilang masih lapar, kaka saya selalu memberikan bekalnya untuk saya santap. Kalau saya bilang, kaka bagaimana nanti..?, dia menjawab saya masih kenyang. kamu habiskan makanannya. nanti lapar lagi kalau tidak makan habis..!.
Tidak hanya itu, kaka saya juga sangat memperhatikan penampilan dan kerapian pakaian saya. Apabila pakaian saya tidak rapi, basah atau kotor. nantinya kaka saya yang merapikan dan selalu mencucikan pakaian saya agar tetap bersih.

semasa SLTP, saya suka bermain gitar. Kaka saya paling senang melihat saya bermain gitar, jadi ketika hari menjelang sore. kaka selalu mengajak saya untuk memetik gitar lalu bernyanyi bersama sampai hari menjadi gelap gulita. kami juga sering membawakan puji-pujian di gereja. Bahkan setelah saya merantau ke tanah jawa untuk menuntut ilmu, kaka saya selalu menelpon saya dan bertanya apakah saya masih sering bermain gitar atau tidak..?.  
Pada suatu ketika saya benar-benar tidak ada uang di saku dan saat itu rasa malas mencuci pakaian.Saya menelpon kaka saya dan menceritakanya. Mendengar kabar itu, kaka saya menangis lewat telpon dan katakan kepada saya lain kali kamu jangan ceritakan hal seperti ini kepada saya karena saya juga belum dapat pekerjaan dan masih menganggur. Bahkan saat itu kk saya berkata kamu pulang saja tidak usah tinggal disitu...?.
Eliaser Pigome
Mungkin itulah contoh sepenggal cerita dari sekian cerita yang menggambarkan betapa cintanya seorang kaka kepada saya. Kaka saya sangat menyayangi saya, begitu juga saya. Namun maut memisahkan kami. Selamat jalan kaka, kebaikannmu tidak akan pernah ku lupakkan.Walaupun saat itu saya sempat down dengar kabar kepergianmu. Namun saya yakin kaka tenang di sisi kanan Allah Bapa di Sorga.Walaupun nantinya kaka tidak berdiri disamping saya disaat hari wisuda, saya bisa tersenyum karena masih ada Eliaser Pigome yang 
mewakilinya. Dia adalah harta paling berharga yang saya miliki saat ini. Akan ku jaga dan rawat dia seperti kaka menjaga saya saat saya kecil dulu. Terimakasih untuk semua kebaikannya. Koyaoooo.... ...UGATAME INIMA ENAIMO...

(BERSAMBUNG...)






BACA SELENGKAPNYA.....

10 May 2014

Ganti Template Lagi

Akhirnya dapat template yang sa inginkan. Dari sekian banyak template yang za su download, ada banyak yang menggoda za supaya pake template itu. Tapi, sa lihat template yang sa ada pake sekarang ni da unik. selain itu, template ini juga da su Responsive, artinya da template ini da su support via mobile dan tablet lagi. tambah lagi dengan dia pu tampilan yang simpel dan elegan (menurut za). 
Beberapa minggu ini za su tulis-tulis lagi tapi za su bosan lihat tampilan template jadi macam malas tulis lagi. akhirnya, za cari-cari di prof. google dan dapat template ini (gambar).
Ket. Gambar --->  Template yang saya gunakan sekarang
Template ini minimalis skali, dan memang kebetulan sa juga cari template yang simpel dan minimalis yang mungkin bisa memuat cerita-cerita yang  tra terlalu penting. hehehe...... ya mungkin sekedar melatih diri tuk menulis dan menceritakan momen-momen yang bisa di sharing ke pembaca dong smua. sebenarnya, akhir-akhir ini banyak template yang sa ganti-ganti. mungkin karena smua tra sesuai dengan za pu mau jadi za pake yang ini saja karena memang za suka yang simpel2 saja. hahahaa....

Oh iyo za lupa, template yang za ada pake sekarang ni za donwload dari BlogTipsNtrick. yang buat template ini anak india, da pu nama chaandep. da baru 17 tahun tapi pace da andalan. de bisa bikin template blog (za kalah). kalo pembaca dong tertarik dengan da pu template, mungkin langsung saja kunjungi ke da pu blog atau klik di tulisan yang di dalam kurung ini (BlogTipsNtrick). ada banyak template yang da bikin disana. selain itu, de juga ada bagi banyak tips dan trik di da pu blog. mungkin teman-teman kalo mau baca langsung saja meluncur ksana.

Atau kalau penulis dong bisa langsung geser mouse ke bagian bawah blog ini baru klik tulisan yang sama seperti yang diatas. untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar di bawah ini. 
Klik tulisan yang ada di dalam lingkaran merah.

BACA SELENGKAPNYA.....

18 January 2014

Mencoba Untuk Mengetahui

Mencoba sendiri merupakan sebuah kata yang tidak asing di telinga kita karena sudah sangat akrab dengan kita. Mungkin saja kita mendengarnya saat kecil ketika ingin belajar sesuatu. Nah, itulah mencoba. selalu melekat dengan kita. Mencoba membuat kita bisa mengetahui segala sesuatu, yang dulu tidak tahu menjadi tahu. karena terus mencobalah sehingga makin banyak hal yang kita ketahui hari demi hari. Itulah hidup, semuanya harus melalui proses yang dinamakan dengan mencoba. Banyak tantangan maupun misteri yang akan terungkap disana. Dengan mecoba kita akan mengungkap atau menjawab sebuah pertanyaan yang selama ini ada di benak kita. Begitulah aturannya, setiap saat kita mencoba untuk mengungkap misteri.
BACA SELENGKAPNYA.....

30 December 2013

Mencari Jati diri

Banyak cara yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini untuk mencari jati dirinya. salah satunya adalah dengan kembali mengangkat budaya yang dianggap tabuh oleh negara ini. sepintas memang demikian karena negara ini merasa malu jika budaya yang dianggap erotis itu muncul di negara ini. padahal, mereka juga merupakan bagian dari negara ini. dengan melihat berbagai permasalahan tersebut, Titus Pekei mulai kembali mengangkat adatnya melalui berbagai buku yang ditulis sendiri. banyak buku yang ia telah terbitkan. semuanya membahas tentang ekologi dan budaya.
BACA SELENGKAPNYA.....

31 August 2013

Memoriku dalam kisahmu Ayah...

Cerita kali ini berawal dari Asrama Papua tanggal 30 agustus 2013. kira-kira pukul 21.30 wib. ya, kira-kira saat itu suasana di luar asrama masih ramai. salah satu teman kami DB sakit sehingga kami harus segera mengantarnya ke rumah sakit. walaupun pada saat itu kami sangat serius dengan permainan Playstation yang sedang kami mainkan secara bergantian alias Antri seperti antri BBM. hehehehe...
awalnya saya tidak percaya kalau teman DB sakit, karena sebelumnya kami sempat bersama-sama bermain seperti biasa. namun, selang beberapa menit DB balik ke kamarnya dan menggunakan jaketnya. saya pun belum bisa mengetahui kondisinya. saya hanya pikir " ah mungkin da sehat". itu saja yang ada dibenak saya. setelah 30 menit lagi, JWP masuk ke kamarnya DB dengan alih-alih bermain Facebook. namun, setelah JWP melihat kondisi yang kurang sehat langsung beliau memberikan informasi ini kepada kami. Tanpa menunggu aba-aba lagi kami mengambil satu keputusan tuk menuju rumah sakit.
BACA SELENGKAPNYA.....

23 April 2013

Kick Andy Show: Orang Badui Pertama yang Sekolah

Di dalam ruang Gelap yang dilengkapi oleh berapa lampu yang menerangi sebagian panggung. Telah duduk seorang narasumber. Bergaya klasik dan mengundang pertanyaan setiap penonton yang telah hadir di dalam ruang itu. Lantunan lagu keroncong pun dinyanyikan oleh tim keroncong turunan protugis. Asyik sekali mendengar lantunan musik khas indonesia yang satu ini. Campuran musik Ukulele dan Bas yang mendominasi lantunan musik seakan membawa para hadirin untuk kembali bertolak ke masa 80-an. tapi asyik melihat sepasang suami istri berumur yang duduk di depan saya ikut bernyanyi sambil bergandengan tangan sambil mengikuti nyanyian keroncong.
BACA SELENGKAPNYA.....

06 March 2012

ASAL-USUL ORANG ASMAT MENJADI PENGUKIR

  Pada zaman dahulu, di daerah Asmat hiduplah seorang ahli seni pahat bernama Fumiripitsy. Fumiripitsy mempunyai seorang teman karib. Mereka hidup aman dan damai. Pada waktu itu ada seorang gadis cantik bernama Tewarautsy. Fumiripitsy kemudian jatuh cinta keapada Tewarautsy si gadis yang cantik itu. Namun saying, jalinan cinta antara Fumiripitsy dengan Tewarautsy tidak mendalam lantaran kedua insan ini tidak pernah bertemu. Konon, di luar dugaan Fumiripitsy pada suatu hari melihat teman karibnya bercanda mesra dengan Tewarautsy. Fumiritsy menjadi cemburu dan ia berusaha menggoda gadis itu dan godaannya berhasil.
Pada suatu hari, Fumiripitsy dan Tewarautsy berjanji untuk bertem dekat sebuah sungai, pada pagi hari. Rencana kedua insane yang sedang mabuk asmara ini dirahasiakan agar tidak diketahui oleh siapa pun. Setelah tiba hari yang ditentukan, dikala fajar merekah di ufuk timur, Tewarautsy menyiapkan diri untuk pergi dan mengajak beberapa teman wanitanya agar dapat pergi bersama-sama dengannya mencari ikan di tanjung, di tempat yang mereka tentukan. Tanpa mengetahui rencan Tewarautsy teman-teman setuju, lalu berangkatlah mereka ke tanjung. Setelah Tewarautsy bersama teman-temannya berangkat, beberapa saat kemudian Fumiripitsy bersama teman karibnya menyusul mereka. Ketika mendekati tempat yang telah dijanjikan, Fumiripitsy berkata kepada teman karibnya, “Teman, saya mau pergi buang air di hutan sana”. Boleh teman menunggu saya disini?” tanpa curiga ia membiarkan Fumiripitsy pergi dengan sebuah perahu ke tepi sungai yang telah disepakati. Tinggallah teman karibnya seorang diri.
Sebenarnya, kepergian Fumiripitsy bukanlah untuk buang air, melainkan bertemu dengan kekasinya Tewarautsy. Mereka kemudian bercanda ria. Sementara itu, temannya gelisah karena Fumiripitsy belum juga muncul. Dengan perasaan ceman dan tak sabar menunggu, ia bergegas menyusul Fumiripitsy dengan berjalan kaki. Dalam perjalanannya ia terus menerus memikirkan Fumiripitsy. Dibenaknya berkecamuk berbagai pertanyaan yang menghantui, :”apakah yang telah terjadi atas Fumiripitsy? Apakah ia hilang di hutan..? ataukah telah diserang oleh binatang buas..?
Setelah beberapa waktu lamanya, lewat celah-celah pohon ia melihat Fumiripitsy sedang asyik bercanda dengan seorang gadis. Ia penasaran, ingin cepat mengetahui siapa gadis itu sesungguhnya. Dengan hati-hati, agar tidak diketahui oleh keduanya, ia mendekati mereka, “aha, ternyata gadis itu adalah Tewarautsy”. Hatinya kesal dan marah. Kemudian ia melangkah menuju perahu yang sedang berlabuh di tepi sungai yang dipakai oleh teman karibnya itu. Dinaikinya perahu itu dan pulang ke kampong.
Setelah puas bercanda dengan kekasihnya, ia kembali ke tepi sungai. Setibanya disana, tenyata perahunya telah tiada. Lalu ia memanggil-manggil teman karibnya itu dengan suara kesal, “sahabaaaat… saaahaaabbbaaat! Dimana engkau sekarang? Mari kita pulang ke kampong!” walaupun suara Fumiripitsy sangat keras dan masih dapat didengar oleh teman karibnya, temannya tidak menghiraukan. Ia terus mendayung perahu ke kampong. Dengan rasa sedih ia menyesal Fumiripitsy menemui kekasihnya. Fumiripitsy bertanya kepada kekasihnya, “bagaimana cara saya dapat kembali ke kampong?” Tewarautsy memutar otak, memikirkan cara yang perlu ditempuh oleh kepulangan kekasinya. Ia akhirnya menemukan gagasan. Si ahli pahat harus dibungkus dengan daun nipah lalu diikat dan diletakkan di haluan perahu. Mungkin dengan cara demikian kekasihnya dapat tiba di kampung, pikirnya dalam hati.
Keduanya segera melaksanakan gagasan itu. Tetapi apa yang terjadi dalam perjalanan? Malang tak dapat dirah mujur tak dapat ditolak. Sementara dalam perjalanan pulang, perahu yang ditumpanginya Fumiripitsy dihadang angin rebut, dihempas ombak setinggi gunung. Akibatnya, tali pengikat Fumiripitsy terlepas dari perahu dan jatuh ke dalam sungai. Tewarautsy tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mendayung perahunya untuk pulang ke kampong.
Setibanya di kampong, Tewarautsy menceritakan kejadian yang telah menimpanya bersama Fumiriptsy kepada teman-teman wanitanya yang lebih dahulu pulang. Mendengar cerita itu semua temannya merebahkan diri ke tanah sambil menangisi si ahli pahat yang telah tenggelam. Ketika cerita tersebut sampai ke telinga penduduk kampong, mereka memutuskan untuk mencari Fumiripitsy dari muara sampai ke hulu sungai. Ternyata usaha sia-sia, Fumiripitsy telah dibawa arus sungai dan terdampar di pantai utara sungai Yet dalam keadaan tak bernyawa.
Konon yang berhasil menemukan mayat Fumiripitsy adalah Eer dan Samaar. Setelah mengetahui fumiripitsy sudah tak bernywa, timbullah hasrat Eer dan Samaar untuk menghidupkan kembali Fumiripitsy. Untuk mewujudkan hasrat tersebut, mereka berdua memanggil semua burung yang berada disekitar daerah itu dan bertanya, “Siapa diantara kali yang sanggup menghidupkan mayat Fumiripitsy?” namun tak seekor pun yang sanggup menjawabnya, karena tidak mampu menhidupkannya.
Tiba-tiba datanglah seekor burung Aseh (Pembawa Berita). Setelah melihat keadaan Fumiripitsy, Burung Aseh segera terbang menemui Burung Rajawali. Burung Aseh menceritakan kejadian yang dilihatnya kepada burung Rajawali. Setelah mendengar, Burung Rajawali langsung mengumpulkan ramuan yang terdiri dari telur buaya, telur ayam hutan, dan telur kasuari, lalu berangkat menghampiri mayat Fumiripitsy dengan ramuan yang telah dibawanya. Telur ayam hutan tersebut dipecahkan lalu digosokkan di seluruh tubuh sang ahli pahat. Selanjutnya digosok dengan telur buaya dengan cara yang sama. Cara yang sama pula dipakai untuk telur kasuari. Dengan gosokan tersebut tubuh Fumiripitsy muliai bergerak, kemudian duduk dan akhirnya dapat berjalan. Fumiripitsy benar-benar telah hidup kembali. Kemudian diantara oleh Eer dan Samaar pulang ke kampungnya.
Beberapa hari kemudian, Fumiripitsy membangun sebuah “Yayuro” (Rumah Panjang). Ruangannya dihiasi oleh patung hasil karya Fumiripitsy sendiri termasuk diberi nama “Mbis) (patung Panjang) yang pertama. Selain Mbis, Fumiripitsy juga membuat “Eme” (Tifa) yang indah sekali. Eme dapat dibunyikan secara perlahan-lahan atau cepat maupun sangat cepat. Apabila eme di-tabuh, Mbisa dan patung lainnya yang tergantung di dinding ruangan itu akan menjelma menjadi manusia dan bergerak keluar lalu menari. Mereka menari menari-nari meningikuti irama eme. Fumiripitsy berkata kepada Mbis dan kawan-kawannya, “Mulai saat ini, kamu menjadi anak-anakku. Oleh karena itu, pergi dan tempati seluruh pelosok daerah lain.”

Melalui cerita inilah suku Asmat percaya bahwa nenek moyang Fumiripitsy telah menurunkan suku Asmat melalui Mbis karena adanya kepercayaan bahwa mereka adalah keturuan Mbis yang diciptakan oleh Fumiripitsy seorang ahli pahat, Bagi suku Asmat kegiatan mengukir, menganyam, menyanyi, dan menari-nari merupakan pusat kehidupan mereka. Bagi orang Asmat kalau tidak memiliki keterampilan mengukir, menganyam, dan menari-nari berarti mati.
BACA SELENGKAPNYA.....

28 February 2012

Cry for PAPUAN

        Menangis merupakan hal yang biasa dalam hidup kita ,tidak  ada orang yang tak menangis dalam hidupnya. Mungkin anda bertanya 'kenapa saya menangis...?  biasanya, orang menangis karena ada banyak alasan, kadang karena kesedihan dan terkadang karena kegembiraan. Saya menangis bukan karena itu tapi karena kerinduan hati ini supaya  mereka juga tetap merasakan kedamaian dan ketentraman seperti yang dirasakan oleh orang di belahan dunia lain.
         Sungguh, kenapa ada pertumpahan darah lagi di tanahku..? Kenapa ada pembunuhan secara tidak bermartabat dengan menggunakan alat negara...? Apakah mereka tidak lagi dianggap sebagai Manusia..? Mungkin mereka sudah tidak termasuk sebagai Kesatuan NKRI. Kenapa tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik...? Jika PAPUA ingin berpisah dari NKRI pasti mereka mempunyai alasan yang kuat untuk menjawab itu. Lalu, apa alasan Aparat Keamanan menembak mereka..?
             Hanya tangisan ibarat warna dalam kehidupan ini. Rasanya ingin Jauh dari kenyataan ini, Tangisan dari seluruh pelosok Papua menderuh mengiringi korban pembunuhan secara tidak manusiawi. seakan saya terbawa dalam suasana itu. tangisan bukan aib bagi saya, tapi tangisan ini adalah cerminan dari hati saya karena saya sangat merasakan suasana itu.
 kadang apabila sesorang mempunyai kepeka'an hati yang sangat sensetip sesorang akan lebih mudah menangis ,terkadang hanya lihat satu kejadian yang membuat hati ter'iris dia akan menangis misalnya dia lagi lihat seorang pengemis yang tertatih-tatih dia menangis ,dari sana kita akan tau kalau orang telah mempunya kepeka'an hati yang sangat kuat ,atau dia lagi liat film yang sedih-sedih dia nangis hemmmmmmmmmmmmmmm jujur bererti hati nya lembut juga toe

tapi tangisan hal sangat si anjur kan adalah tangisan di karena kan betapa sesal kita atas tiap dosa yang lakukan ,tapi juga tak harus belarut larut ,menangis karena sesal juga punya batasan yakni cukup apabila kita dengan penyesalan itu buat kita bisa lebih baek

BACA SELENGKAPNYA.....

20 October 2011

sapi perahan Indonesia

                Ada banyak cerita tentang sukarelawan dan orang-orang yang penuh kasih dimanapun di belahan dunia ini. Mereka seperti malaikat pelindung yang menjelma menjadi manusia dan menebarkan kasih serta harapan dimanapun mereka berada. Ketika memandang foto ini dan membayangkan perlakuan sekelompok manusia lain yang memperlakukan Papua seperti “sapi perahan”, sungguh amat ironis dan menyedihkan. Adalah pekerjaan hina bila sekumpulan orang megeksploitasi suatu wilayah dan menelantarkan penduduk asli di wilayah tersebut, apalagi bila pekerjaan seperti itu direstui oleh Negara. Orang-orang beragama yang benar manapun tak akan bisa membenarkan perbuatan seperti itu.
            Memang jelas tertulis dalam Undang-Undang Dasar, bahwa tanah, air dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Tetapi melupakan penduduk asli yang sudah hidup ratusan tahun di wilayah tersebut adalah sungguh-sungguh perbuatan tak pantas. Perbuatan-perbuatan semacam inilah yang ujung-ujungnya pasti melahirkan pertikaian. Tidak mungkin sebuah kedamainan abadi tercipta ditengah berlangsungnya ketidak-adilan di tanah Papua.
        Sama halnya orang yang pintar otaknya bisa menjelma menjadi monster yang mengerikan tanpa memiliki kecerdasan perasaan. Tokoh teroris adalah contoh yang amat gamblang. Kalau kita bisa mengutuk begitu keras pada tindakan teroris, maka seharusnya kita juga bisa mengutuk keras terhadap segala bentuk ketidak-adilan di wilayah-wilayah terbelakang yang dijadikan obyek-obyek “sapi perahan”. Saya berharap, Negara ini memiliki martabat terhormat untuk tidak melakukan hal-hal semacam ini, hal yang amat hina dan memalukan. Mari kita belajar dan berjuang menjadi bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Lebih baik menjadi orang kere dengan hati mulia daripada menjadi orang kaya dari hasil kerja yang diharamkan.
           Jangan memberi makan anak-anak pribumi papua dengan uang bore (tipuan) dan jangan membiayai bangsa papua dari hasil kerja tak bermartabat. Bukan berarti kita menolak investasi asing, tapi kita mau asing yang tahu adat! Komitmen seperti ini harus datang dari pihak pribumi, demi sebuah nilai keluhuran kemanusiaan yang wajib kita perjuangkan dan pegang teguh.
BACA SELENGKAPNYA.....

28 August 2010

Di balik kenikmatannya, es teh ternyata menyimpan efek buruk bagi kesehatan ginjal.


VIVAnews - Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."


Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.
BACA SELENGKAPNYA.....

02 December 2009

4 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan


VIVAnews - Menangis sering dianggap sebagai gambaran kelemahan saat menghadapi masalah. Padahal sebenarnya menangis memiliki manfaat positif, baik bagi kesehatan fisik, spiritual maupun psikologis.

Jika emosi Anda sedang tidak stabil, rasa sedih dan ingin menangis biasanya muncul. Saat hal tersebut terjadi, jangan tahan tangis Anda, karena menangis merupakan luapan emosi yang sangat wajar dan sehat. Selain sarana untuk meluapkan emosi, menangis memiliki manfaat lain, yaitu :

- Membersihkan mata
Fungsi utama air mata adalah membuat indera penglihatan kita menjadi lebih jelas. Tidak hanya membasahai bola mata dan kelopak mata, tetapi juga mencegah dehidrasi membran yang ada disekitar mata. Saat mengeluarkan air mata, mata Anda sebenarnya sedang dalam proses
pembersihan. Hal itu membuat kotoran yang menempel pada mata ikut keluar melalui air mata dan mata pun menjadi bersih.

- Membunuh bakteri
Air mata mengandung lysozyme, yaitu cairan yang bisa membunuh 90 - 95 persen bakteri dalam waktu 5 hingga 10 menit. Jadi, saat Anda mengeluarkan air mata, secara otomatis bisa membunuh bakteri berbahaya yang bisa memicu iritasi pada mata.

- Menstabilkan mood
Apakah Anda tahu kadar zat mangan dalam tubuh? Tingginya kadar mangan dalam tubuh bisa memicu mood yang tidak satabil, kekhawatiran berlebihan, dan perasaan yang sensitif. Nah, dengan menangis kadar mangan dalam tubuh Anda bisa diturunkan dan membuatnya dalam keadaan
normal.

Selain itu, air mata yang keluar saat Anda dalam keadaan emosi, mengandung 24% protein albumin yang berfungsi membawa molekul racun keluar dari tubuh.

- Menurunkan stres
Menangis bisa membuat tingkat stres yang Anda alami menurun. Hal itu karena saat menangis, zat kimia yang dikeluarkan tubuh saat Anda yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin akan berkurang. Berlaku sebaliknya, jika Anda menahan tangis maka tingkat stres yang dialami akan naik dan bisa berdampak pada kesehatan seperti masalah jantung, dan tekanan darah tinggi.

BACA SELENGKAPNYA.....

30 October 2009

Mahasiswa IPB Temukan Pupuk Ala 'Google'

Cara kerja mikroba penyubur tanah itu mirip mesin pencari 'Google'.

VIVAnews – Ali Zum Mashar, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tubuh. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.

Ali memberi nama mikroba temuannya
BIOP 2000Z. "Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah. Jadi kayak google (mesin pencari situs di internet) gitu," ucapnya kepada wartawan, Jumat, 30 Oktober 2009.

Mikroba temuannya mampu menyuburkan berbagai jenis tanah yang hendak ditanami. "Jadi, segala jenis tanah dapat disuburkan kembali. Meskipun tanah itu tanah bekas tambang, tanah berpasir, atau tanah gambut," katanya.

Dengan bantuan mikroba temuannya, sebidang tanah bekas tambang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk dapat ditanami kembali. Hal itu lebih cepat 10 kali lipat dibandingkan dengan metode penyuburan konvensional tanah tambang yang membutuhkan waktu sekitar 30 tahun.

“Kami sudah menguji cobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarenya, Kerengpangi yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali," Ali menjelaskan.

Sedangkan tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan mikroba sebanyak 8 liter per hektarenya, kesuburan tanah berpasir akan didapat dalam waktu tiga sampai empat bulan. Pemakaian mikroba ini juga dapat menghemat pemakaian pupuk.

Laporan: Ayatullah Humaeni| Bogor
BACA SELENGKAPNYA.....

13 February 2009

Asal Usul Cendrawasih


Di daerah Fak-fak tepatnya, pegunungan Bumberi hiduplah seorang perempuan tua bersama seekor anjing betina. Perempuan tua bersama anjing itu mendapatkan makanan dari hutan berupa buah-buahan dan kuskus. Hutan adalah ibu mereka yang menyediakan makanan untuk hidup. Mereka berdua hidup bebas dan bahagia di alam.

Suatu ketika, seperti biasanya mereka berdua ke hutan untuk mencari makan. Perjalanan yang cukup memakan waktu belum juga mendapatkan makanan. Anjing itu merasa lelah karena kehabisan tenaga. Pada keadaan yang demikian tibalah mereka berdua pada suatu tempat yang ditumbuhi pohon pandan yang penuh dengan buah. Perempuan tua itu serta merta memungut buah itu dan menyuguhkannya kepada anjing betina yang sedang kelaparan. Dengan senang hati, anjing betina itu melahap suguhan segar itu. Anjing betina itu merasa segar dan kenyang.

Namun, anjing itu mulai merasakan hal-hal aneh di perutnya. Perut anjing itu mulai membesar. Perempuan tua itu memastikan bahwa, ternyata sahabatnya (anjing betina) itu bunting.Tidak lama kemudian lahirlah seekor anak anjing. Melihat keanehan itu, si perempuan tua itu segera memungut buah pandan untuk dimakannya, lalu mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh sahabatnya. Perempuan tua itu melahirkan seorang anak laki-laki. Keduanya lalu memelihara mereka masing-masing dengan penuh kasih sayang. Anak laki-laki diberi nama: Kweiya.


Setelah Kweiya menjadi besar dan dewasa, dia mulai membuka hutan dan membuat kebun untuk menanam makanan dan sayuran. Alat yang dipakai untuk menebang pohon hanyalah sebuah pahat (bentuk kapak batu). Karenannya, Kweiya hanya dapat menebang satu pohon setiap harinya. Ibunya ikut membantu dengan membakar daun-daun dari pohon yang telah rebah untuk membersihkan tempat itu sehingga asap tebal mengepul ke langit. Setiap kali, hutan lebat itu dihiasi dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi. Keduanya tidak menyadari bahwa mereka telah menarik perhatian orang dengan mengadakan kepulan asap itu.
Konon ada seorang pria tua yang sedang mengail di tengah laut terpaku melihat suatu tiang asap yang mengepul tinggi ke langit seolah-olah menghubungi hutan belantara dengan langit. Dia tertegun memikirkan bagaimana dan siapakah gerangan pembuat asap misterius itu. Karena perasaan ingin tahu mendorongnya untuk pergi mencari tempat di mana asap itu terjadi. Lalu ia pun segera menyiapkan diri dengan bekal secukupnya dan dengan bersenjatakan sebuah kapak besi, ia pun segera berangkat. Pria itu berangkat bersama seekor kuskus yang dipeliharanya sejak lama. Perjalanannya ternyata cukup memakan waktu. Setelah seminggu berjalan kaki, akhirnya ia mencapai tempat di mana asap itu terjadi.

Setibannya di tempat itu, ternyata yang ditemui adalah seorang pria tampan membanting tulang menebang pohon di bawah terik panas matahari dengan menggunakan sebuah kapak batu berbentuk pahat. Melihat itu, ia menghampiri lalu memberi salam: “weing weinggiha pohi” (artinya selamat siang) sambil memberikan kapak besi kepada Kweiya untuk menebang pohon-pohon di hutan rimba itu. Sejak itu pohon-pohonpun berjatuhan bertubi-tubi. Ibu Kweiya yang beristerahat di pondoknya menjadi heran. Ia menanyakan hal itu kepada Kweiya, dengan alat apa ia menebang pohon itu sehingga dapat rebah dengan begitu cepat.

Kweiya nampaknya ingin merahasiakan tamu baru yang datang itu. Kemudian ia menjawab bahwa kebetulan pada hari itu satu tangannya terlalu ringan untuk dapat menebang begitu banyak pohon dalam waktu yang sangat singkat. Ibunya yang belum sempat melihat pria itu percaya bahwa apa yang diceritakan oleh anaknya Kweiya memang benar. Dan karena Kweiya minta disiapkan makanan, ibunya segera menyiapkan makanan sebanyak mungkin. Setelah makanan siap dipanggilnya Kweiya untuk pulang makan. Kweiya bermaksud mengajak pria tadi untuk ikut makan ke rumah mereka dengan maksud memperkenalkannya kepada ibunya sehingga dapat diterima sebagai teman hidupnya.

Dalam perjalanan menuju rumah Kweiya memotong sejumlah tebu yang lengkap dengan daunnya untuk membungkus pria tua itu. Lalu setibanya di dekat rumah, Kweiya meletakkan, “bungkusan tebu” itu di luar rumah. Sewaktu ada dalam rumah Kweiya berbuat seolah-olah haus dan memohon kepada ibunya untuk mengambilkan sebatang tebu untuk di makannya sebagai penawar dahaga. Ibunya memenuhi permintaan anaknya lalu keluar hendak mengambil sebatang tebu. Tetapi ketika ibunya membuka bungkusaan tebu tadi, terkejutlah ia karena melihat seorang pria yang berada di dalam bungkusan itu. Serta-merta ibunya menjerik ketakutan, tetapi Kweiya berusaha menenangkannya sambil menjelaskan bahwa dialah yang mengakali ibunya dengan cara itu. Harapan agar ibunya mau menerima pria tersebut sebagai teman hidupnya, karena pria itu telah berbuat baik terhadap mereka. Ia telah memberikan sebuah kapak yang sangat berguna dalam hidup mereka nanti. Sang ibu serta merta menerima baik pikiran anaknya itu dan sejak itu mereka bertiga tinggal bersama-sama.

Setelah beberapa waktu lahirlah beberapa anak di tengah-tengah keluarga kecil tadi, dan kedua orang tua itu menganggap Kweiya sebagai anak sulung mereka. Sedang anak-anak yang lahir kemudian dianggap sebagai adik-adik kandung dari Kweiya. Namun dalam perkembangan selanjutnya dari hari ke hari hubungan persaudaraan antara mereka semakin memburuk karena adik-adik tiri dari Kweiya merasa iri terhadap Kweiya.

Pada suatu hari, sewaktu orang tua mereka sedang mencari ikan, kedua adiknya bersepakat mengeroyok Kweiya serta mengiris tubuhnya sehingga luka-luka. Karena merasa kesal atas tindakan kedua adiknya itu, Kweiya menyembunyikan diri di salah satu sudut rumah sambil meminta tali dari kulit pohon “Pogak nggein” (genemo) sebanyak mungkin. Sewaktu kedua orang tua mereka pulang ditanyakan di mana Kweiya tetapi kedua adik tirinya tidak berani menceritakan di mana Kweiya berada. Lalu adik bungsu mereka, yaitu seorang anak perempuan yang sempat menyaksikan peristiwa perkelahian itu menceritakannya kepada kedua orang tua mereka. Mendengar cerita itu si ibu tua merasa ibah terhadap anak kandungnya. Ia berusaha memanggil-manggil Kweiya agar datang. Tetapi yang datang bukannya Kweiya melainkan suara yang berbunyi: “Eek..ek, ek, ek, ek!” sambil menyahut, Kweiya menyisipkan benang pintalannya pada kakinya lalu meloncat-loncak di atas bubungan rumah dan seterusnya berpindah ke atas salah satu dahan pohon di dekat rumah mereka.

Ibunya yang melihat keadaan itu lalu menangis tersedu-sedu sambil bertanya-tanya apakah ada bagian untuknya. Kweiya yang telah berubah diri menjadi burung ajaib itu menyahut bahwa, bagian untuk ibunya ada dan disisipkan pada koba-koba (payung tikar) yang terletak di sudut rumah. Ibu tua itu lalu segera mencari koba-koba kemudian benang pintalan itu disisipkan pada ketiaknya lalu menyusul anaknya Kweiya ke atas dahan sebuah pohon yang tinggi di hutan rumah mereka. Keduanya bertengkar di atas pohon sambil berkicau dengan suara: wong, wong, wong, wong, ko,ko, ko, wo-wik!!

Dan sejak saat itulah burung cenderawasih muncul di permukaan bumi di mana terdapat perbedaan antara burung cenderawsih jantang dan betina. Burung cenderawasih yang buluhnya panjang di sebut siangga sedangkan burung cenderawasih betina disebut: hanggam tombor yang berarti perempuan atau betina. Keduanya dalam bahasa Iha di daerah Onin, Fak-fak.

Adik-adik Kweiya yang menyaksikan peristiwa ajaib itu meresa menyesal lalu saling menuduh siapa yang salah sehingga ditinggalkan ibu dan kakak mereka. Akhirnya mereka saling melempari satu sama lain dengan abu tungku perapian sehingga wajah mereka ada yang menjadi kelabu hitam, ada yang abu-abu dan ada juga yang merah-merah, lalu mereka pun berubah menjadi burung-burung. Mereka terbang meninggalkan rumah mereka menuju ke hutan rimba dengan warnanya masing-masing. Sejak itu hutan dipenuhi oleh aneka burung yang umumnya kurang menarik di bandingkan cenderawasih.

Ayah mereka memanggil Kweiya dan istrinya dan menyuruh mengganti warna buluh, namun mereka tidak mau. Ayah mereka khawatir buluh yang indah itu justru mendatangkan mala petaka bagi mereka. Dia berpikir suatu ketika orang akan memburuh mereka termasuk ketiga anaknya yang lain. Ayah merasa kecewa kerena mereka tidak mengindahkan permintaan mereka untuk berubah buluh. Kini Ayahnya kesepian dan sedih, ia melipat kedua kaki lalu, menjemburkan dirinya ke dalam laut dan menjadi penguasa laut “Katdundur”.

BACA SELENGKAPNYA.....