06 March 2013

ANAK KECIL LAHIR CACAT AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH YANG TRA BENAR

Di kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pandangan menurut ilmu yang pernah saya dapatkan selama ini. hal ini bukan karena saya tidak meyakini hal-hal mistis yang terjadi di daerah sana, terutama di Timika-Papua. pada tahun 2012 yang lalu, ada beredar video bayi yang lahir tanpa tengkorak kepala yang lengkap (bolong tengah). waktu itu, video tersebut saya lihat secara tidak sengaja saat teman (pacar) saya menyimpannya di dalam laptop. 
saya sangat terkejut melihat video tersebut. tidak hanya itu, saya juga sangat ketakutan pada waktu itu. melihat badan si bayi yang baru lahir itu sudah berotot, terus nada suaranya sekilas terdengar seperti suara orang tua.
BACA SELENGKAPNYA.....

21 February 2013

Piluh, Hilang dan kapan kembali SEMANGATKU

Memang akhir-akhir ini saya merasa sedikit tertekan. Saat malam, Tidur pun tidak terasa, begitu pula dengan siang. Waktu ini terasa sangat cepat pergi berlalu tanpa pamit. Bingung rasanya, apakah selama ini saya tertidur berselimutkan awan malam..?.  Pilu terasa sampe di tulang, seakan menembus jantung yang penuh dengan harapan.   Entah apalah itu, yang saya rasakan ini adalah rasaku, bukan rasamu.  Hanya saya yang tau rasa itu, Rasa yang sangat menyiksa jiwa. Hidup dimasa-masa seperti itu sangat tidak memberikan harapan yang pasti,  seakan mengejar mimpi yang belum tentu benar adanya.
Tidak seorang pun mengetahui misteri kehidupannya. Saya pun demikian,  tidak pernah mengira kalau masa sperti ini akan saya lalui. Sungguh, orang bilang “hidup itu misteri yang harus diungkap” itu memang benar adanya.  Menempuh jalan yang tidak seorangpun mengetahui kecuali Bapa yang menciptakanku. ini merupakan sejarah dalam kehidupan saya. Melewatkan waktu berharga dengan kegiatan yang tidak berarti. Hati kecilku berkata “Robi, ini bukan dirimu sebenarnya, kamu adalah orang yang menghargai waktu”. Tapi apa dayaku, nasib berkata lain. Diakhir bahagiaku, sedihku pun ku genggam. Perlahan, satu persatu orang yang menjadi panutan, penasehat, sekaligus mativatorku pulang kembali ke pangkuan sang Pencipta.
Lengkaplah semua penderitaanku, “siapa ka, harapanku selanjutnya..?” sahutku dengan nada suara yang putus-putus. Semangatku pergi berlalu. Jauh.....!! diatas awan-awan, yang makin lama makin tidak jelas. Kata yang tepat untukku saat-saat tersebut adalah “MENUNGGU” hingga semangat itu kembali ke sisiku bersama waktu yang sili berganti. Sambil berharap ada mukjizat yang datang secara tak terduga. Tentunya uluran yang tulus, tanpa pamri.
Di kesempatan lain, saya menyadari kalau saat ini merupakan saat yang paling menentukan masa depan. Kalau saya menyerah dengan keadaan ini, maka saya adalah orang yang dilahirkan untuk lari dari masalah. Perasaan gunda-gulana,  terus menerpa sudut-sudut hati seakan berusaha untuk meluluhkan sisa-sisa semangat yang  tersimpan.
Sore ini, saya duduk termenung di dalam kamar yang terlihat sempit. Sempit karena penuh dengan tumpukan-tumpukan buku yang tidak  saya butuhkan saat-saat tersebut. Teringat sekali di ingatan, pesan yang pernah diberikan oleh seorang pendeta kepada mahasiswa Papua, di Aula Kamasan Papua Bogor bahwa, “hidup itu seimbang, ada kalanya kita senang. Adapula waktunya untuk kita bersedih” semua berjalan dengan dinamis. Di sela-sela kesempatan tersebut pendeta juga mengatakan bahwa kebanyakan orang menikmati hidup disaat orang tersebut dilanda masalah sehingga ingatan tersebut memberikan kesan bahwa susah itu sangat menyulitkan dan memberikan kesan yang buruk. Seandainya bila orang mau menikmati kesenangan maka mereka akan mengetahui betapa indahnya kesenangan itu. Keduanya berjalan secara dinamis, tergantung dari pribadi kita masing-masing  untuk memaknainya, sahut pendeta diakhir khotbahnya.
Saya baru sadar kalau itu hanya cobaan bagiku. Saya harus lebih kuat dan berani melewati semua dengan penuh semangat. Mungkin selama ini saya tidak terlalu memaknai hidup dan terlalu terbawa kesenangan belaka. Bagiku, hal ini merupakan kenangan paling tidak mengenakan sekaligus paling berharga karena tidak semua orang merasakan hal yang sama. Pengalaman yang tidak bisa dibeli oleh uang, berapa pun harganya.

BACA SELENGKAPNYA.....

05 February 2013

PERANTAU: Gelar itu penting tapi Skill lebih penting

Mama Papua Lagi anyam noken 
Menjadi mahasiswa dan memperoleh gelar sarjana merupakan kebanggaan banyak orang. terutama saat pelajar dong su kelas tiga    SMA atau SMK dan sederajat lainnya. hal itu menjadi buah bibir di dong pu kalangan. duduk tukar pikiran tentang kampus-kampus yang bagus di tempat tujuan mereka menimbah ilmu nantinya. agar kelak dong tra salah pilih kampus saat masuk ke jenjang berikutnya.
Pokoknya banyak skali target yang dong bikin. biar nanti dong selesai sesuai target yang telah ditetapkan. ditambah lagi dengan orang tua dong pu nasehat macam bikin kitong seakan bernafsu untuk menjalani sebagai mahasiswa dengan penuh semangat. namun, kata orang "jalan itu tidak selalu mulus". disana pasti torang temukan banyak-banyak kerusakan walaupun banyak orang setiap hari melewati jalan itu. begitu juga deng kitong pu hidup semasa kuliah, banyak masalah dan rintangan yang selalu menghadangi di depan. tapi, jangan salah, masalah itu membawa mereka tuk menyadari betapa pentingnya mereka. semakin banyak masalah yang dong hadapi maka mereka akan semakin banyak pengalaman & banyak berpikir sehingga akan menjadi modal yang plus kelak nanti.
Masalah-masalah ini juga sering membedakan cepat-lambatnya seorang dalam menyelesaikan masalah tersebut. sering juga masalah ini menjadi penghambat dalam perkuliahan seseorang sehingga menambah dong pu beban dalam berpikir maupun bertindak dimana saja dong ada. kalau sa boleh bilang ini menjadi batu sandungan buat dorang yang lambat dalam menyelesaikan studinya. di tambah lagi ada tekanan-tekanan yang datang dari kiri dan kanan. seakan bikin otak macam mau taputar ka..?. tapi, jangan takut dan yakin bahwa ko bisa mengatasi masalah yang ko hadapi itu. yakin dan berusaha bahwa ko bisa melewati itu dengan ko pu cara sendiri karena masing-masing orang itu punya cara sendiri tuk menyelesaikan masalah yang dong hadapi sendiri.
Banyak mahasiswa yang berpikir tuk menyelesaikan dong pu perkuliahan dengan nilai IPK yang memuaskan bahkan kumlaud.  kenapa tidak, karena itu akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri ketika suatu saat ko kembali ke daerah. bahkan IPK ini sangat membantu ko saat mau melamar pekerjaan. untuk mencapai target itu, banyak orang rela menghabiskan seluruh waktunya tuk belajar. 

yang menjadi pertanyaannya.. apakah itu yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang tua dong disana....?
Menurut sa pu pendapat, dapat IPK yang bagus tu merupakan hal yang luar biasa skali karena disana kitong pu kualitas secara individu memang teruji secara teoritis. tapi  ko akan jadi lebih luar biasa kalau ko bisa menjadi contoh bagi ko pu masyarakat disana dan bisa berbagi ko pu skill itu bersama masyarakat disana biar dong juga bisa merasakan dan menerima skill itu. seperti mencari soft skill dan hard skill lainnya yang akan menjadi tenaga alternatif. masyarakat dong butuh bukti yang nyata bukan hanya sekedar nilai yang tidak teruji secara nyata di depan masyarakat.
kadang tong dsini pu waktu luang yang banyak skali. apalagi kalau su libur tu trada kerjaan sama sekali. pekerjaannya paling hanya bangun, tidur, makan, nonton. bgitu-bgitu saja. mungkin waktu itu kita bisa gunakan tuk mengasah kitong pu skil di bidang yang laen (diluar jurusan di kampus) yang minimal kira-kira dapat menambah wawasan buat ko dan lebih bagus lagi kalau ilmu itu dapat ko terapkan di ko pu daerah atau ko pu tempat tinggal nantinya.
tidak perlu cari pekerjaan yang susah, mungkin belajar perbaiki hp, komputer, TV, DVD, Tape, dll. tuk mengisi ko pu waktu luang. bukan ka..? hal diatas ini akan berguna nanti ..? 


"yang sebenarnya masyarakat dong harapkan itu, suatu bukti yang nyata bukan teori"

God Bless





BACA SELENGKAPNYA.....

27 January 2013

Pace Kaliabo Keracunan Makanan

pace satu ne da keracunan makanan sampe su nafas-nafas terakhir jadi dia minta maaf ke dia pu maitua.
Pace: "mama, saya minta maaf e..? krn sa selingkuh dengan ko pu teman dekat Mince. 
Mace: tra papa bapak
Pace: dengan ko pu adik Omni deng Sarlota juga.
Mace: iyo, sa su tau juga
Pace: dengan ko pu tanta Aksamina juga
Mace: Pace, pokoknya trapa2, smua sa su dengar. yang penting skrang ni bapak tenangkan pikiran dan bapa tidur diam saja. biarkan racun yang mama campur dengan makanan itu bekerja dengan baik.

hahahhaa..... pace ko rasa ka trada...? hahahaha

HAAAA...

BACA SELENGKAPNYA.....

Nene Ompong Naik Ojek

satu hari seorang nenek yang gigi ompong ne da naik ojek dari pasar ke rumah. Dalam perjalanan, ojek ngebut.
Nene bilang: "ade lali felan-felan... 
baru ojek lari pelan-pelan.
karena lari terlalu lama jalan dan nene mungkin bosan  jadi nene tanya: "ade, ini lali fake kiki belafa..?"
ojek su terlalu emosi jadi ojek bilang: "ni lali fake kiki omfong...!!"

hahahahha... moga terhibur..

BACA SELENGKAPNYA.....

26 January 2013

Sebuah Sayatan di Hati

tataplah hari depan dengan segala harapan
Dulu, waktu sa masih kecil. suasana di kampung aman skali. Da pu masyarakat paling ramah, kalau ada yang mau pindahkan rumah atau ada yang punya pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan sendiri tu dong saling bantu. Pokoknya paling rukun sudah. Ditambah lagi dengan da pu tatanan budaya teratur rapi. Anak-anak muda paling patuh terhadap orang tua di kampung, apalgi kepada kepala adat (kepala desa) itu dong paling hormati skali. Kalau kepala desa suruh kerja, dong smua rame-rame turun kerja. Diiringi dengan nyanyian adat “Yu Waita”. Nyanyian ini seakan membakar semangat para pekerja untuk menyelesaikan tugas mereka. Sebesar apapun dong pu tugas. Kalo dong su waita tu, tra lama lagi pekerjaan itu akan selesai. 
Sungguh, suasana yang aman dan tentram. Pagi kalo matahari terbit tu,  da pu awan susun rapi di kaki  gunung seakan seperti tentara dong baris baru kasih selamat pagi buat anak-anak sekolah yang dari dari pelosok dusun. Melewati kabut awan yang menutupi sepanjang dong pu perjalanan. Sa ingat skali, kalo pagi tu da pu dingin macam bikin tong tra kuat jalan. Kaki keram. Tapi bagi anak sekolah, itu merupakan hal yang biasa. Saat pagi sperti itu da pu gunung tu terlihat cerah skali. Trada awan yang tutup karena da pu awan su turun tuk memberikan salam bagi warga situ. Terdengar suara kecil-kecil  di bawah kaki gunung yang awalnya satu suara. Lama-lama menjadi dua suara dan menjadi sekelompok suara yang serentak dong menyanyikan. Ternyata itu adalah “yu waita” yang dinyanyikan oleh sekelompok anak kecil yang sedang pergi ke sekolah tuk menimbah ilmu. Melewati  gumpalan-gumpalan awan yang menutupi sepanjang perjalanan itu. Ternyata lagu itu  merupakan penyemangat mereka. Lagu itu juga memberikan isyarat kepada teman-teman seumuran yang laen untuk segera bersiap dan bersama tuk menuju tempat dimana dong menimbah ilmu.
Suasana saat itu kental dengan budaya, ada sa pu teman-teman yang pake koteka ke sekolah. Waktu SD kelas satu, dua. Itu bukan merupakan suatu yang baru bagi tong anak pribumi karena memang hal itu sudah biasa dan itu memang tong pu budaya. Tapi sayang, hal itu lama-kelamaan mulai hilang. Sejalan dengan datangnya banyak guru-guru dan pedagang dari luar. Dong wajibkan kepada anak sekolah tuk berpakian sekolah. Padahal, itu adalah tong warga pribumi pu pakean. Dong bilang itu tra boleh karena kurang bagus tuk dilihat. Ditambah lagi dengan masuknya jalan raya dari kota besar yang melewati sa pu kampung. Seakan membuat semua yang jauh menjadi dekat. Dulu Nabire tu tong rasa paling jauh, tapi sekarang hanya berapa jam saja su sampe lewat jalan darat. Banyak barang-barang baru masuk dari luar. Membuat warga setempat tergoda dan bernafsu untuk memiliki barang tersebut. Tidak terasa, perlahan tong pu tatanan budaya yang tersusun rapi tu mulai hancur. Anak-anak mudah su mulai gabung dengan orang luar. Anak-anak itu terhanyut dengan iming-iming yang dong kasih.  Dampaknya, apapun yang orang tua dong kasih tau tu anak mudah su tra mau ikut. Dong su rasakan sesuatu yang lebih enak, disana dong dapat imbalan “mege” (uang) dengan gampang. Dong kerja sedikit su dapat uang. Sapa juga yang tra mau kalau seperti itu. Pekerjaan yang dulu dong biasa kerja secara sukarela itu mulai berubah.
Orang tua dong suruh kerja bakti, anak muda dong bilang “mana uang”. Seakan uang itu menjadi tuan mereka. Dong melawan ke orang tua, baru dong bilang “kam mau bayar pake uang apa..? bikin rugi kita pu tenaga saja”. Banyak anak muda menjadi kurir bagi orang pendatang di sa pu tempat. Banyak juga yang lupa tuk pergi ke sekolah. Bagi mereka, yang penting su ada uang tu su cukup. Untuk apa pergi ke sekolah tiap pagi tabrak awan dan angin. Bikin rugi saja, lebih baik kerja sdikit tapi dapat mege. Itu sudah lebih dari cukup. Lama- lama, itu menjadi kebiasaan yang susah dirubah. Sampai-sampai, dong mau jual dong pu tanah. Bagaimana tidak, iming-iming yang dong kasih juga menggiurkan. Dong tra sadar, kalau hidup itu tidak hanya sekarang saja. kam pu anak mau taruh dimana..?. pedagang su mulai menempati tanah yang dong su beli tadi, di sana dong jual barang-barang lebih mahal 2 kali lipat. (Bersambung…)



BACA SELENGKAPNYA.....

26 December 2012

GALAU WAE

Hari-hari ku lalui tanpa arah dan tujuan yang jelas. Begitu tertekannya diri ini ketika melihat mereka yg di luar sana usai. Tak kuat rasanya namun apa dayaku tuk mengubah smuanya. Hanya kepadaNya aku berserah, biarlah smua terjadi menurut kehendakmu. hari-hari ku lalui tanpa perencanaan yang jelas. Waktu berlalu begitu saja bagai kertas yang terbawah angin putar yang kencang tanpa arah. Hati terasa gunda gulana hingga terbawah tidur. Di saat tertentu, tidurpun terasa susah seakan mengidap penyakit insomnia sehingga kadang aku tidak tahu siang hari.
Semua rasa bercampur, hal kecil saja tdk bisa saya kerjakan. Membuat smakin lama semakin parah. Sungguh, cepat berlalu sudah.
Mungkin ini akan usai dgn berakhirnya tahun 2012 ini?

BACA SELENGKAPNYA.....

25 December 2012

Natalan yang penuh cobaan

Natal tahun 2012 memang penuh dgn berbagai cobaan. Ada saja masalah yg harus dihadapi. Disamping masalah pribadi yg smakin banyak, ada juga bermunculan berbagai masalah sampingan yang tumbuh subur. Seakan membuat diri ini tak bisa menikmati masa sukacita bersama sanak saudara di tanah rantauan.
Tempat yg paling indah tuk menikmati natal tahun ini adalah di kontrakan tercinta bersama adik dan my love. Mereka merupakan tempat curhat dan berbagi canda tawa yg selalu menemani disaat susah maupun duka.
Mungkin ini yg disebut cobaan, disaat masalah yg satu mulai redah datang lagi masalah yang laen. Sebenarnya keinginanku tuk mengikuti natal bersama di gereja selayaknya orang kristen yang laen sangat kuat. Namun apa dayaku tuk melawan kenyataan ini. Tak mungkin ku biarkan dia yang membutuhkan dia yang paling membutuhkan bantuanku. Dia harta berharga yang kumiliki saat ini. Tak mungkin ku biarkan masa kelamnya bersama kuasa iblis yg masih meliputi hidupnya dia lalui tanpa diriku. Akulah yang harus bertanggungjawab dan merawatnya.
Bagiku, bersamanya (adik) adalah kenangan paling indah yang paling indah dan penuh dengan makna. Kesenangan bersama mereka terpaksa harus ku buang jauh dari pandangan. Mungkin dilaen kesempatan sy akan menikmati natalan bersama mereka.

~met hari natal 5.12.2012~
                           &
~~Met tahun baru 2013~~

BACA SELENGKAPNYA.....