29 November 2009

Wanita Terpapar 515 Zat Kimia Setiap Hari


VIVAnews - Setiap hari kita pasti terpapar zat kimia baik dari produk perawatan maupun riasan. Mulai dari sabun, shampo, lipstik, lip balm, blush on dan berbagai produk kecantikan lainnya.

Menurut penelitian yang dilakukan Bionsen, sebuah perusahaan deodorant alami di Inggris, wanita setiap harinya terpapar 515 bahan kimia dari berbagai produk kecantikan. Bahan kimia yang digunakan
pada kosmetik banyak juga yang merupakan bahan dasar produk pembersih rumah.

Paparan zat kimia secara terus menerus bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Seperti alergi, mengganggu keseimbangan hormon, sensitivitas kulit, bahkan kanker.

Bahan kimia yang sering menjadi bahan kosmetik adalah paraben. Hal tersebut seperti VIVAnews kutip dari situs Daily Mail. Paraben banyak digunakan pada shampo, gel rambut, dan krim pelembab kulit agar produk bisa bertahan lama.

Penggunaan paraben sebenarnya mengundang kontroversi karena beberapa penelitian menunjukkan paraben bisa memicu masalah kesehatan serius seperti kanker payudara dan masalah kesuburan pada pria.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Kyoto Prefectural University of Medicine beberapa jenis paraben yang aman juga bisa bermutasi menjadi zat kimia berbahaya. Contohnya methylparaben, yang bisa bermutasi menjadi menjadi racun berbahayan saat terkena sinar matahari. Hal itu nantinya bisa menimbulkan kanker kulit dan penuaan dini.

Methylparaben ditemukan pada banyak produk yang digunakan sehari-hari, seperti pelembab dan pasta gigi. Akan lebih baik jika Anda menggunakan produk-produk alami. Meskipun terkadang harganya lebih mahal tetapi lebih aman bagi kesehatan Anda.
• VIVAnews
BACA SELENGKAPNYA.....

30 October 2009

Mahasiswa IPB Temukan Pupuk Ala 'Google'

Cara kerja mikroba penyubur tanah itu mirip mesin pencari 'Google'.

VIVAnews – Ali Zum Mashar, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tubuh. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.

Ali memberi nama mikroba temuannya
BIOP 2000Z. "Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah. Jadi kayak google (mesin pencari situs di internet) gitu," ucapnya kepada wartawan, Jumat, 30 Oktober 2009.

Mikroba temuannya mampu menyuburkan berbagai jenis tanah yang hendak ditanami. "Jadi, segala jenis tanah dapat disuburkan kembali. Meskipun tanah itu tanah bekas tambang, tanah berpasir, atau tanah gambut," katanya.

Dengan bantuan mikroba temuannya, sebidang tanah bekas tambang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk dapat ditanami kembali. Hal itu lebih cepat 10 kali lipat dibandingkan dengan metode penyuburan konvensional tanah tambang yang membutuhkan waktu sekitar 30 tahun.

“Kami sudah menguji cobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarenya, Kerengpangi yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali," Ali menjelaskan.

Sedangkan tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan mikroba sebanyak 8 liter per hektarenya, kesuburan tanah berpasir akan didapat dalam waktu tiga sampai empat bulan. Pemakaian mikroba ini juga dapat menghemat pemakaian pupuk.

Laporan: Ayatullah Humaeni| Bogor
BACA SELENGKAPNYA.....

10 October 2009

Pedasnya Cabe Untuk Membunuh Jamur

Rasa pedas pada cabai ternyata tidak dikhususkan buat manusia saja untuk melengkapi berbagai jenis masakannya. Peneliti di Amerika Serikat telah menemukan bahwa tanaman-tanaman cabai liar menghasilkan zat-zat kimia yang menimbulkan rasa pedas pada buahnya untuk digunakan merintangi jamur yang menyerang.Cabai pedas mengandung komponen aktif capsaicinoid: senyawa antimikroba yang menimbulkan sensasi pedas karakteristik pada cabai. Senyawa ini merupakan salah satu contoh dari berbagai jenis zat kimia yang pedas, pahit atau bahkan toksik yang ditemukan pada berbagai jenis buah – kemungkinan dihasilkan oleh tanaman untuk menghalangi predator-predator yang tidak diinginkan seperti mikroba. Manfaat
yang didapatkan ini melebihi efek zat-zat kimia tersebut terhadap hewan-hewan yang memakan buah tanaman untuk menyebarkan biji-bijinya, menurut hipotesis.

Tetapi seperti yang dijelaskan Joshua Tewksbury, dari Universitas Washington, Seattle, gagasan ini belum didukung oleh bukti bahwa kosumen dari jenis mikroba mempengaruhi sifat kimia buah pada tanaman-tanaman liar. Tewksbury dan rekan-rekannya, bersama dengan kolega di Florida dan Bolivia, menyelidiki tanaman-tanaman cabai liar, Capsicum chacoense, di sebuah daerah berjarak 200 mil dari Bolivia. Tanaman-tanaman ini rentan terhadap serangan jamur, yang ditransmisikan oleh hama yang melubangi buah cabai untuk mencari makan, sehingga menyisakan bekas yang berubah menjadi hitam ketika jamur menyerang.



Mereka menemukan bahwa tanaman cabai liar yang tumbuh di daerah dengan kelimpahan hama pencari makan tertinggi – sehingga kerentanan terhadap serangan jamur juga paling tinggi – cenderung hampir hanya terdiri dari varietas cabai pedas. Dan cabai-cabai yang memiliki jumlah bekas gigitan serangga sebanding mengalami lebih sedikit serangan jamur jika cabai-cabai tersebut pedas, dibanding jika tidak pedas. Sebuah eksperimen akhir yang mereka lakukan dengan menggunakan buah buatan yang kedalamnya dimasukkan capsaicinoid, menunjukkan bahwa zat-zat pedas kemungkinan bertanggungjawab secara langsung untuk penghambatan pertumbuhan jamur.

Paul Bosland, direktur Chile Pepper Institute di New Mexico State University, menyambut baik penelitian ini. "Kita sudah tahu bahwa cabai bersifat antibakteri dan anti-jamur, yang bisa menjadi salah satu alasan mengapa manusia mengkonsumsinya. Tewksbury dan rekan-rekannya telah melakukan penelitian yang sangat menarik dengan menunjukkan bahwa di alam, panas (capsaicinoid) cabai melindungi buahnya dari invasi jamur. Sehingga bukan hanya manusia yang mengambil manfaat dari capsaicinoid, tetapi juga memberi manfaat bagi tanaman cabai itu sendiri," kata dia.

Seperti jamur, kebanyakan mamalia dapat diusir dengan cabai, selama mereka tidak menikmati rasa pedas tersebut. Akan tetapi, burung-burung yang menyebarkan biji-biji cabai tidak memiliki reseptor untuk capsaicinoid. Penelitian Tewksbury sebelumnya terhadap tanaman cabai di Arizona, menunjukkan bahwa zat-zat kimia digunakan sebagai penarik burung dan pengusir predator dari jenis mamalia. Dia menganggap bahwa hasil penelitian dari Bolivia ini, yang kemungkinan merupakan daerah asal dari tanaman-tanaman ini, memiliki peranan yang lebih penting bagi evolusi tanaman ini. "Ada kemungkinan bahwa manfaat yang diperoleh dari berkurangnya serangan jamur lebih tinggi dibanding manfaat yang diperoleh dengan berkurangnya konsumsi oleh mamalia (untuk perkembangbiakan tanaman), karena patogen buah dari jenis jamur terdapat dimana-mana dan fakta bahwa jamur-jamur mencari target jauh lebih lama dibanding mamalia," kata Tewksbury.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/


BACA SELENGKAPNYA.....

Bayam Bisa Mengurangi Risiko Radang Usus

Sayuran yang kaya akan nitrat, seperti bayam, bisa membantu melindungi dari radang usus/lambung berkat keberadaan bakteri di dalam mulut. Hal ini diungkap oleh penelitian seorang ilmuwan Swedia. Temuan ini meragukan pendapat-pendapat sebelumnya bahwa makanan yang kaya nitrat bisa memiliki risiko kesehatan.
Joel Petersson dianugerahi gelar PhD oleh Universitas Uppsala karena penelitian ini, dimana dia menunjukkan bahwa mencit yang memakan diet kaya nitrat memiliki lapisan mukus lebih tebal pada lambung, sehingga melindunginya dari asam hidroklorat yang terdapat dalam asam lambung dan mengurangi risiko radang usus/lambung.


Petersson menemukan bahwa bakteri mulut memegang peranan penting dalam proses ini. Nitrat-nitrat pada makanan diserap dalam usus dan memasuki aliran darah. Dari sini nitrat-nitrat tersebut masuk ke dalam saliva tetapi direduksi menjadi nitrit oleh bakteri mulut. Setelah tertelan, nitrit-nitrit tersebut direduksi menjadi oksida nitrat oleh asam lambung. Oksida nitrat, sebuah molekul pensinyalan penting, memicu peningkatan aliran darah ke lambung, sehingga membantu memperbaharui dan mempertebal lapisan mukus.

Ketika Petersson memberikan obat kumur antibakteri kepada mencit untuk membunuh bakteri mulut, dia menemukan bahwa mencit-mencit tersebut lebih rentan terhadap radang usus. Dia menyebutkan bahwa orang yang menggunakan obat-obat kumur seperti ini secara teratur bisa berisiko, khususnya jika mereka juga sering memakai obat penghilang nyeri nonsteroid seperti aspirin yang juga bisa merusak lapisan dinding lambung. “Ada cara lain yang jauh lebih aman untuk menghambat produksi senyawa yang menimbulkan nafas tidak sedap dalam mulut,” ungkapnya.

Sekitar 60 sampai 80 persen nitrat yang dikonsumsi pada diet normal orang-orang Barat berasal dari sayuran, dengan gula bit, seledri dan bayam yang mengandung kadar nitrat tinggi, antara 1-3g per kilo.

Penelitian-penelitian di tahun 1970an menyebutkan ada hubungan antara kadar nitrat yang tinggi dalam air minum dengan kanker lambung dan metaemoglobinemia. “Selama ini kita telah menghabiskan banyak dana untuk mencoba mengurangi kadar nitrat dalam air minum sementara tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa keberadaan nitrat ini berbahaya bagi manusia. Kalaupun anda memakan banyak nitrat, maka itu tidak jadi masalah, nitrat-nitrat tersebut akan keluar bersama urin,” kata Petersson.

Nigel ‘Ben’ Benjamin, yang sekarang menjadi konsultan penyakit akut di Istitut Kedokteran Peninsula, Plymouth, Inggris, menemukan mekanisme protektif berbeda untuk nitrat pada tahun 1990an. Dia menunjukkan bahwa kombinasi oksida nitrat dan asam nitrat mengontrol pertumbuhan bakteri berbahaya seperti salmonella dalam usus. “Penelitian Petersson telah menunjukkan efek ini pada hewan dan saya menduga bahwa hal yang sama juga terjadi pada lambung manusia,” kata Benjamin. “Ini adalah penelitian yang menarik dan bisa dijadikan alasan pendukung untuk memakan diet yang mengandung banyak sayuran segar.”


Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/


BACA SELENGKAPNYA.....

11 June 2009

PENYEBAB KEGEMUKAN

Karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang sangat penting bagi tubuh. Namun, kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi masyarakat sekarang adalah karbohidrat olahan yang umumnya dominan gula dan tepung, tetapi miskin zat-zat lainnya terutama vitamin, mineral, enzim, dan serat. Karbohidrat olahan dapat menyebabkan kegemukan karena sebagian besar tidak bisa diserap, sehingga menumpuk di dalam tubuh serta disimpan sebagai glikogen dan lemak tubuh.
Sebaliknya, karbohidrat alami atau yang tidak terlalu banyak diproses seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian alami ( wholegrains) tidak menyebabkan kegemukan karena kaya akan serat, vitamin, mineral, dan enzim. Serat menyebabkan perut cepat kenyang meskipun hanya dimakan sedikit. Seratpun mengikat dan sekaligus membuang lemak dan kolesterol jahat dalam saluran usus. Sebaliknya, enzim, vitamin, dan mineral sangat penting dalam proses metabolisme karbohidrat.

Karena sebagian karbohidrat akan diubah oleh tubuh menjadi lemak, makanan karbohidrat yang mengandung ekstra minyak atau lemak; misalnya nasi goring dan kolak pisang; atau makanan kecil sepert dodol, permen, cake, dan es krim sebaiknya dihindari atau dibatasi.

Sumber: Gizi dan Kesehatan 2005
BACA SELENGKAPNYA.....

05 June 2009

ISTIRAHAT SIANG MEMBANTU MENURUNKAN RESIKO KEMATIAN

KapanLagi.com - Tak banyak yang menyadari, tidur sesaat saat istirahat siang membantu menurunkan resiko kematian, terutama pada pria muda berbadan sehat. Penelitian yang dilakukan ilmuwan Yunani selama rentang waktu enam tahun tersebut menyebutkan tidur siang selama kurang lebih 30 menit sedikitnya tiga kali seminggu memiliki resiko 37 persen lebih rendah mengalami gangguan sakit jantung.

Para ahli mengungkapkan tidur siang membantu orang untuk rileks dan mengurangi tingkat stres mereka, bahkan gangguan jantung lebih kecil ditemukan di negara yang rutin tidur siang, meski sejumlah studi menunjukkan hasil yang berbeda.

Riset yang dilakukan di Yunani ini dilakukan pada 23.681 prua dan wanita dalam rentang usia 20 sampai 86 tahun. Para partisipan memiliki catatan kesehatan yang baik, tanpa sejarah menderita penyakit jantung dan penyakit akut lainnya.Dalam studi selama enam tahun tersebut, partisipan diminta keterangan tentang jam tidur siang mereka, pola makan mereka dan aktivitas fisik yang rutin mereka lakukan.Hasilnya, para peneliti menyatakan mereka yang tidur siang memiliki resiko lebih rendah menderita gangguan jantung sebanyak 34 persen dibanding mereka yang tak tidur siang.Sementara mereka yang tidur siang lebih dari 30 menit selama tiga atau lebih dalam setiap minggunya memiliki catatan 37 persen lebih rendah terkena gangguan jantung.

Tidur Siang Pada Pekerja

Tidur siang juga menurunkan resiko gangguan jantung pada para pekerja, di mana sekitar 64 persen mengalami penurunan resiko jantung yang beresiko pada kematian. Sementara pada pria pengangguran, tercatat hanya sekitar 36 persen. Dalam studi ini tidak begitu banyak dijumpai perbandingan tingkat kematian pada wanita.

"Tidur siang dan gangguan pembuluh darah memiliki hubungan yang cukup berarti. Fenomana ini dijumpai pada negara yang mayoritas populasinya menjalani rutinitas tidur siang secara berkala, dan hasilnya tingkat kematian karena gangguan pembuluh darah sangat rendah," papar pemimpin penelitian Dr Dimitrios Trichopoulos, dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir dari BBC, Senin (12/02/07).

Trichopoulos juga menambahkan meskipun berbagai studi tentang tidur siang kerap dilakukan dengan hasil yang berbeda, namun ada poin penting yang bisa ditarik dari studi ini, yakni: kita jadi mengetahui batas kesehatan dan kemampuan seseorang untuk mengontrol aktivitas fisiknya. Hal senada juga dikatakan June Davison, perawat kesehatan dari British Heart Foundation, yang menyatakan tidur siang membantu mengurangi resiko penyaki jantung, terutama pada pria pekerja.

"Tidur siang di tengah-tengah jam istirahat membantu kita untuk rileks dan lepas dari beban sejenak, dan itu sangat berrarti bagi kesehatan kita. Yang harus kita ingat adalah menyeimbangkan istirahat dan aktivitas," kata Davison. Davison juga menambahkan mereka yang mudah stres karena pekerjaan cenderung sembrono dengan perilaku kesehatan mereka, seperti: merokok berlebihan, mengkonsumsi makanan tak sehat, minum-minuman beralkohol dan bahkan lupa berolahraga. Hal inilah yang semakin meningkatkan resiko gangguan jantung.

Program tidur siang ini sudah dilirik Yarde Metals, perusahaan industri aluminium dan besi ini memiliki sebuah ruang khusus tidur siang untuk pekerjanya di kantor mereka, di Southington, Connecticut. Ruang tidur siang ini dilengkapi dua sofa kulit, bantal lembut, penerangan remang-remang dan sebuah jam weker.

"Meski hanya tidur sejenak, namun saya bisa kembali mengumpulkan energi dan membuat tubuh bugar. Saya rasa tidur siang harus mulai dibiasakan dalam rutinitas pekerjaan kita," jelas Mark Ekenbarger, insinyur Perusahaan Yarde Metals, yang menderita pembesaraan arteri dan harus rutin menjalani tidur siang atas nasihat dokter jantungnya.

"Tidur siang sendiri bukan sebuah kebiasaan di Amerika, karena tidur siang sama dengan kemalasan di dunia bisnis yang bermobilitas tinggi. Namun saat ini beberapa kantor di Amerika mulai memberikan waktu untuk tidur sejenak selama 30-40 menit saat istirahat siang, dan hasilnya mereka yang memanfaatkan tidur siang menjadi lebih produktif," jelas Bill Anthony, psikologis Universitas Boston dan pengarang "The Art of Napping at Work." (bbc/ap/rit)

BACA SELENGKAPNYA.....

08 March 2009

Ikan Spesies Baru Ditemukan di Indonesia


Sekumpulan peneliti dari University of Washington dalam observasinya di pedalaman laut di dekat pulau Ambon, Maluku, Sabtu (28/2), menemukan sebuah spesies baru yang diberi nama Ikan Psikadelik.
Diberi nama demikian karena secara fisik ikan ini unik dan cenderung bertingkah aneh. Indonesia pantas berbangga karena anugerah kekayaan alam yang diberikan.


Beberapa spesies baru ditemukan di negeri ini, termasuk yang baru saja ditemukan. Hasil temuan ini dilaporkan dalam sebuah Jurnal Ilmu Pengetahuan Alam di AS.
BACA SELENGKAPNYA.....

28 February 2009

73 Balita di Papua Terinfeksi HIV/AIDS

JAYAPURA--MI: Sebanyak 73 bayi usia di bawah lima tahun (Balita) di Papua saat ini terinfeksi penyakit HIV/AIDS dari jumlah keseluruhan 4.305 orang yang resmi terdata terinfeksi penyakit yang mematikan itu. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di Jayapura, Senin 24 feb 2009 ,menjelaskan, dari 73 balita yang terinfeksi HIV/AIDS tercatat 50 balita di antaranya berusia antara 1-4 tahun, sedangkan sisanya kurang dari 1 tahun. Para balita itu mengidap virus yang menyerang kekebalan tubuh dari orang tuanya yang secara medis telah dinyatakan positif HIV/AIDS. Sedangkan mereka yang berusia 5-14 tahun tercatat sebanyak 43 orang dan yang paling prodektif yakni 20-29 tahun mencapai 1.957 orang, menyusul usia 30-39 tahun sebanyak 1.102 orang.

Dari data itu juga terungkap, saat ini tercatat 4.305 orang yang terinfeksi HIV/AIDS dan dari jumlah tersebut sebanyak 1.681 orang di antaranya bermukim di Kabupaten Mimika, menyusul Merauke 987 orang, Nabire 522 orang, Biak 442 orang, Kota Jayapura 231 orang, Kabupaten Jayapura 209 dan Kabupaten Yawa 66 orang. Sedangkan Kabupaten Puncak Jaya 19 orang, Paniai 19 orang, Mappi sebanyak sembilan orang dan Kabupaten Keerom dua orang. "HIV/AIDS dapat menyerang siapapun yang melakukan perilaku yang dapat memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh. Dengan demikian penyakit ini bukan hanya menginfeksi golongan tertentu, melainkan semua orang," kata Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, drh Konstan Karma.

Sementara itu, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah HIV dan AIDS di Papua, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura pada 17 Februari hingga 19 Februari lalu telah menyelenggarakan Pelatihan bertemakan "Pendidikan Kecakapan Hidup untuk Pencegahan HIV dan AIDS" bagi 30 orang guru SMP. Menurut Koordinator Program Penanggulangan HIV/AIDS World Vision, dr Ronald Gunawan, pelatihan ini tidak bertujuan hanya sekedar untuk membekali guru dengan informasi dasar tentang HIV dan AIDS.

Ronald Gunawan menjelaskan, kegiatan ini ditujukan kepada para guru SMP karena disadari kelompok umur yang paling banyak terdapat kasus HIV dan AIDS adalah pemuda dan remaja. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua menunjukkan bahwa kelompok umur 20-29 tahun adalah kelompok umur tertinggi untuk kasus AIDS. "Artinya jika mereka terinfeksi sekitar lima tahun sebelumnya, berarti kemungkinan terinfeksi HIV pada usia sekitar 15 tahun. Karena data inilah, upaya pencegahan HIV ditujukan bagi kelompok umur dibawah usia itu, yaitu usia SMP," katanya.

Ronald juga menambahkan bahwa usia SMP adalah usia remaja yang suka bereksperimen. pada usia ini, remaja suka mencari hal-hal baru, bahkan yang beresiko membahayakan diri mereka sekalipun. Untuk itulah, pendidikan kecakapan hidup ditujukan untuk memampukan remaja untuk berpikir rasional dan bertanggungjawab. World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. (Ant/OL-02).
BACA SELENGKAPNYA.....