11 June 2009

PENYEBAB KEGEMUKAN

Karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang sangat penting bagi tubuh. Namun, kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi masyarakat sekarang adalah karbohidrat olahan yang umumnya dominan gula dan tepung, tetapi miskin zat-zat lainnya terutama vitamin, mineral, enzim, dan serat. Karbohidrat olahan dapat menyebabkan kegemukan karena sebagian besar tidak bisa diserap, sehingga menumpuk di dalam tubuh serta disimpan sebagai glikogen dan lemak tubuh.
Sebaliknya, karbohidrat alami atau yang tidak terlalu banyak diproses seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian alami ( wholegrains) tidak menyebabkan kegemukan karena kaya akan serat, vitamin, mineral, dan enzim. Serat menyebabkan perut cepat kenyang meskipun hanya dimakan sedikit. Seratpun mengikat dan sekaligus membuang lemak dan kolesterol jahat dalam saluran usus. Sebaliknya, enzim, vitamin, dan mineral sangat penting dalam proses metabolisme karbohidrat.

Karena sebagian karbohidrat akan diubah oleh tubuh menjadi lemak, makanan karbohidrat yang mengandung ekstra minyak atau lemak; misalnya nasi goring dan kolak pisang; atau makanan kecil sepert dodol, permen, cake, dan es krim sebaiknya dihindari atau dibatasi.

Sumber: Gizi dan Kesehatan 2005
BACA SELENGKAPNYA.....

05 June 2009

ISTIRAHAT SIANG MEMBANTU MENURUNKAN RESIKO KEMATIAN

KapanLagi.com - Tak banyak yang menyadari, tidur sesaat saat istirahat siang membantu menurunkan resiko kematian, terutama pada pria muda berbadan sehat. Penelitian yang dilakukan ilmuwan Yunani selama rentang waktu enam tahun tersebut menyebutkan tidur siang selama kurang lebih 30 menit sedikitnya tiga kali seminggu memiliki resiko 37 persen lebih rendah mengalami gangguan sakit jantung.

Para ahli mengungkapkan tidur siang membantu orang untuk rileks dan mengurangi tingkat stres mereka, bahkan gangguan jantung lebih kecil ditemukan di negara yang rutin tidur siang, meski sejumlah studi menunjukkan hasil yang berbeda.

Riset yang dilakukan di Yunani ini dilakukan pada 23.681 prua dan wanita dalam rentang usia 20 sampai 86 tahun. Para partisipan memiliki catatan kesehatan yang baik, tanpa sejarah menderita penyakit jantung dan penyakit akut lainnya.Dalam studi selama enam tahun tersebut, partisipan diminta keterangan tentang jam tidur siang mereka, pola makan mereka dan aktivitas fisik yang rutin mereka lakukan.Hasilnya, para peneliti menyatakan mereka yang tidur siang memiliki resiko lebih rendah menderita gangguan jantung sebanyak 34 persen dibanding mereka yang tak tidur siang.Sementara mereka yang tidur siang lebih dari 30 menit selama tiga atau lebih dalam setiap minggunya memiliki catatan 37 persen lebih rendah terkena gangguan jantung.

Tidur Siang Pada Pekerja

Tidur siang juga menurunkan resiko gangguan jantung pada para pekerja, di mana sekitar 64 persen mengalami penurunan resiko jantung yang beresiko pada kematian. Sementara pada pria pengangguran, tercatat hanya sekitar 36 persen. Dalam studi ini tidak begitu banyak dijumpai perbandingan tingkat kematian pada wanita.

"Tidur siang dan gangguan pembuluh darah memiliki hubungan yang cukup berarti. Fenomana ini dijumpai pada negara yang mayoritas populasinya menjalani rutinitas tidur siang secara berkala, dan hasilnya tingkat kematian karena gangguan pembuluh darah sangat rendah," papar pemimpin penelitian Dr Dimitrios Trichopoulos, dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir dari BBC, Senin (12/02/07).

Trichopoulos juga menambahkan meskipun berbagai studi tentang tidur siang kerap dilakukan dengan hasil yang berbeda, namun ada poin penting yang bisa ditarik dari studi ini, yakni: kita jadi mengetahui batas kesehatan dan kemampuan seseorang untuk mengontrol aktivitas fisiknya. Hal senada juga dikatakan June Davison, perawat kesehatan dari British Heart Foundation, yang menyatakan tidur siang membantu mengurangi resiko penyaki jantung, terutama pada pria pekerja.

"Tidur siang di tengah-tengah jam istirahat membantu kita untuk rileks dan lepas dari beban sejenak, dan itu sangat berrarti bagi kesehatan kita. Yang harus kita ingat adalah menyeimbangkan istirahat dan aktivitas," kata Davison. Davison juga menambahkan mereka yang mudah stres karena pekerjaan cenderung sembrono dengan perilaku kesehatan mereka, seperti: merokok berlebihan, mengkonsumsi makanan tak sehat, minum-minuman beralkohol dan bahkan lupa berolahraga. Hal inilah yang semakin meningkatkan resiko gangguan jantung.

Program tidur siang ini sudah dilirik Yarde Metals, perusahaan industri aluminium dan besi ini memiliki sebuah ruang khusus tidur siang untuk pekerjanya di kantor mereka, di Southington, Connecticut. Ruang tidur siang ini dilengkapi dua sofa kulit, bantal lembut, penerangan remang-remang dan sebuah jam weker.

"Meski hanya tidur sejenak, namun saya bisa kembali mengumpulkan energi dan membuat tubuh bugar. Saya rasa tidur siang harus mulai dibiasakan dalam rutinitas pekerjaan kita," jelas Mark Ekenbarger, insinyur Perusahaan Yarde Metals, yang menderita pembesaraan arteri dan harus rutin menjalani tidur siang atas nasihat dokter jantungnya.

"Tidur siang sendiri bukan sebuah kebiasaan di Amerika, karena tidur siang sama dengan kemalasan di dunia bisnis yang bermobilitas tinggi. Namun saat ini beberapa kantor di Amerika mulai memberikan waktu untuk tidur sejenak selama 30-40 menit saat istirahat siang, dan hasilnya mereka yang memanfaatkan tidur siang menjadi lebih produktif," jelas Bill Anthony, psikologis Universitas Boston dan pengarang "The Art of Napping at Work." (bbc/ap/rit)

BACA SELENGKAPNYA.....

08 March 2009

Ikan Spesies Baru Ditemukan di Indonesia


Sekumpulan peneliti dari University of Washington dalam observasinya di pedalaman laut di dekat pulau Ambon, Maluku, Sabtu (28/2), menemukan sebuah spesies baru yang diberi nama Ikan Psikadelik.
Diberi nama demikian karena secara fisik ikan ini unik dan cenderung bertingkah aneh. Indonesia pantas berbangga karena anugerah kekayaan alam yang diberikan.


Beberapa spesies baru ditemukan di negeri ini, termasuk yang baru saja ditemukan. Hasil temuan ini dilaporkan dalam sebuah Jurnal Ilmu Pengetahuan Alam di AS.
BACA SELENGKAPNYA.....

28 February 2009

73 Balita di Papua Terinfeksi HIV/AIDS

JAYAPURA--MI: Sebanyak 73 bayi usia di bawah lima tahun (Balita) di Papua saat ini terinfeksi penyakit HIV/AIDS dari jumlah keseluruhan 4.305 orang yang resmi terdata terinfeksi penyakit yang mematikan itu. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, di Jayapura, Senin 24 feb 2009 ,menjelaskan, dari 73 balita yang terinfeksi HIV/AIDS tercatat 50 balita di antaranya berusia antara 1-4 tahun, sedangkan sisanya kurang dari 1 tahun. Para balita itu mengidap virus yang menyerang kekebalan tubuh dari orang tuanya yang secara medis telah dinyatakan positif HIV/AIDS. Sedangkan mereka yang berusia 5-14 tahun tercatat sebanyak 43 orang dan yang paling prodektif yakni 20-29 tahun mencapai 1.957 orang, menyusul usia 30-39 tahun sebanyak 1.102 orang.

Dari data itu juga terungkap, saat ini tercatat 4.305 orang yang terinfeksi HIV/AIDS dan dari jumlah tersebut sebanyak 1.681 orang di antaranya bermukim di Kabupaten Mimika, menyusul Merauke 987 orang, Nabire 522 orang, Biak 442 orang, Kota Jayapura 231 orang, Kabupaten Jayapura 209 dan Kabupaten Yawa 66 orang. Sedangkan Kabupaten Puncak Jaya 19 orang, Paniai 19 orang, Mappi sebanyak sembilan orang dan Kabupaten Keerom dua orang. "HIV/AIDS dapat menyerang siapapun yang melakukan perilaku yang dapat memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh. Dengan demikian penyakit ini bukan hanya menginfeksi golongan tertentu, melainkan semua orang," kata Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, drh Konstan Karma.

Sementara itu, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah HIV dan AIDS di Papua, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura pada 17 Februari hingga 19 Februari lalu telah menyelenggarakan Pelatihan bertemakan "Pendidikan Kecakapan Hidup untuk Pencegahan HIV dan AIDS" bagi 30 orang guru SMP. Menurut Koordinator Program Penanggulangan HIV/AIDS World Vision, dr Ronald Gunawan, pelatihan ini tidak bertujuan hanya sekedar untuk membekali guru dengan informasi dasar tentang HIV dan AIDS.

Ronald Gunawan menjelaskan, kegiatan ini ditujukan kepada para guru SMP karena disadari kelompok umur yang paling banyak terdapat kasus HIV dan AIDS adalah pemuda dan remaja. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua menunjukkan bahwa kelompok umur 20-29 tahun adalah kelompok umur tertinggi untuk kasus AIDS. "Artinya jika mereka terinfeksi sekitar lima tahun sebelumnya, berarti kemungkinan terinfeksi HIV pada usia sekitar 15 tahun. Karena data inilah, upaya pencegahan HIV ditujukan bagi kelompok umur dibawah usia itu, yaitu usia SMP," katanya.

Ronald juga menambahkan bahwa usia SMP adalah usia remaja yang suka bereksperimen. pada usia ini, remaja suka mencari hal-hal baru, bahkan yang beresiko membahayakan diri mereka sekalipun. Untuk itulah, pendidikan kecakapan hidup ditujukan untuk memampukan remaja untuk berpikir rasional dan bertanggungjawab. World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. (Ant/OL-02).
BACA SELENGKAPNYA.....

27 February 2009

Dinosaurus Omnivora Ditemukan di Argentina

BUENOS AIRES, KAMIS - Fosil seekor dinosaurus raksasa yang ditemukan di Argentina ditengarai sebagai omnivora atau pemakan daging maupun tumbuh-tumbuhan. Ia merupakan spesies peralihan antara dinosaurus pemakan tumbuhan dan dinosaurus pemakan daging.

"Ini bagian terpenting dalam teka-teki mengenai asal-usul dinosaurus," ujar Oscar Alcober, direktur Natural Sciences Museum di San Juan, 1200 kilometer barat Buenos Aires, Argentina.

Alcober menemukan fosil tersebut di taman fosil Ischigualasto-Valle de la Luna tiga tahun lalu bersama Ricardo Martinez, kepala divisi paleontologi museum yang sama. Hasil penemuannya dideskripsikan dalam jurnal online di PlosOne.org.


Selama ini wilayah Argentina dikenal sebagai surga penemuan fosil karena banyak serta beragamnya temuan fosil di negara tersebut. Pada tahun 1980-an ditemukan fosil dinosaurus terbesar pemakan tumbuhan di Neuquen, Argentinosaurus huinculensis yang panjang tubuhnya mencapai 40 meter. Kemudian pada tahun 1993 ditemukan pula fosil dinosaurus terbesar pemakan daging, Giganotosaurus carolinii.
BACA SELENGKAPNYA.....

13 February 2009

Asal Usul Cendrawasih


Di daerah Fak-fak tepatnya, pegunungan Bumberi hiduplah seorang perempuan tua bersama seekor anjing betina. Perempuan tua bersama anjing itu mendapatkan makanan dari hutan berupa buah-buahan dan kuskus. Hutan adalah ibu mereka yang menyediakan makanan untuk hidup. Mereka berdua hidup bebas dan bahagia di alam.

Suatu ketika, seperti biasanya mereka berdua ke hutan untuk mencari makan. Perjalanan yang cukup memakan waktu belum juga mendapatkan makanan. Anjing itu merasa lelah karena kehabisan tenaga. Pada keadaan yang demikian tibalah mereka berdua pada suatu tempat yang ditumbuhi pohon pandan yang penuh dengan buah. Perempuan tua itu serta merta memungut buah itu dan menyuguhkannya kepada anjing betina yang sedang kelaparan. Dengan senang hati, anjing betina itu melahap suguhan segar itu. Anjing betina itu merasa segar dan kenyang.

Namun, anjing itu mulai merasakan hal-hal aneh di perutnya. Perut anjing itu mulai membesar. Perempuan tua itu memastikan bahwa, ternyata sahabatnya (anjing betina) itu bunting.Tidak lama kemudian lahirlah seekor anak anjing. Melihat keanehan itu, si perempuan tua itu segera memungut buah pandan untuk dimakannya, lalu mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh sahabatnya. Perempuan tua itu melahirkan seorang anak laki-laki. Keduanya lalu memelihara mereka masing-masing dengan penuh kasih sayang. Anak laki-laki diberi nama: Kweiya.


Setelah Kweiya menjadi besar dan dewasa, dia mulai membuka hutan dan membuat kebun untuk menanam makanan dan sayuran. Alat yang dipakai untuk menebang pohon hanyalah sebuah pahat (bentuk kapak batu). Karenannya, Kweiya hanya dapat menebang satu pohon setiap harinya. Ibunya ikut membantu dengan membakar daun-daun dari pohon yang telah rebah untuk membersihkan tempat itu sehingga asap tebal mengepul ke langit. Setiap kali, hutan lebat itu dihiasi dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi. Keduanya tidak menyadari bahwa mereka telah menarik perhatian orang dengan mengadakan kepulan asap itu.
Konon ada seorang pria tua yang sedang mengail di tengah laut terpaku melihat suatu tiang asap yang mengepul tinggi ke langit seolah-olah menghubungi hutan belantara dengan langit. Dia tertegun memikirkan bagaimana dan siapakah gerangan pembuat asap misterius itu. Karena perasaan ingin tahu mendorongnya untuk pergi mencari tempat di mana asap itu terjadi. Lalu ia pun segera menyiapkan diri dengan bekal secukupnya dan dengan bersenjatakan sebuah kapak besi, ia pun segera berangkat. Pria itu berangkat bersama seekor kuskus yang dipeliharanya sejak lama. Perjalanannya ternyata cukup memakan waktu. Setelah seminggu berjalan kaki, akhirnya ia mencapai tempat di mana asap itu terjadi.

Setibannya di tempat itu, ternyata yang ditemui adalah seorang pria tampan membanting tulang menebang pohon di bawah terik panas matahari dengan menggunakan sebuah kapak batu berbentuk pahat. Melihat itu, ia menghampiri lalu memberi salam: “weing weinggiha pohi” (artinya selamat siang) sambil memberikan kapak besi kepada Kweiya untuk menebang pohon-pohon di hutan rimba itu. Sejak itu pohon-pohonpun berjatuhan bertubi-tubi. Ibu Kweiya yang beristerahat di pondoknya menjadi heran. Ia menanyakan hal itu kepada Kweiya, dengan alat apa ia menebang pohon itu sehingga dapat rebah dengan begitu cepat.

Kweiya nampaknya ingin merahasiakan tamu baru yang datang itu. Kemudian ia menjawab bahwa kebetulan pada hari itu satu tangannya terlalu ringan untuk dapat menebang begitu banyak pohon dalam waktu yang sangat singkat. Ibunya yang belum sempat melihat pria itu percaya bahwa apa yang diceritakan oleh anaknya Kweiya memang benar. Dan karena Kweiya minta disiapkan makanan, ibunya segera menyiapkan makanan sebanyak mungkin. Setelah makanan siap dipanggilnya Kweiya untuk pulang makan. Kweiya bermaksud mengajak pria tadi untuk ikut makan ke rumah mereka dengan maksud memperkenalkannya kepada ibunya sehingga dapat diterima sebagai teman hidupnya.

Dalam perjalanan menuju rumah Kweiya memotong sejumlah tebu yang lengkap dengan daunnya untuk membungkus pria tua itu. Lalu setibanya di dekat rumah, Kweiya meletakkan, “bungkusan tebu” itu di luar rumah. Sewaktu ada dalam rumah Kweiya berbuat seolah-olah haus dan memohon kepada ibunya untuk mengambilkan sebatang tebu untuk di makannya sebagai penawar dahaga. Ibunya memenuhi permintaan anaknya lalu keluar hendak mengambil sebatang tebu. Tetapi ketika ibunya membuka bungkusaan tebu tadi, terkejutlah ia karena melihat seorang pria yang berada di dalam bungkusan itu. Serta-merta ibunya menjerik ketakutan, tetapi Kweiya berusaha menenangkannya sambil menjelaskan bahwa dialah yang mengakali ibunya dengan cara itu. Harapan agar ibunya mau menerima pria tersebut sebagai teman hidupnya, karena pria itu telah berbuat baik terhadap mereka. Ia telah memberikan sebuah kapak yang sangat berguna dalam hidup mereka nanti. Sang ibu serta merta menerima baik pikiran anaknya itu dan sejak itu mereka bertiga tinggal bersama-sama.

Setelah beberapa waktu lahirlah beberapa anak di tengah-tengah keluarga kecil tadi, dan kedua orang tua itu menganggap Kweiya sebagai anak sulung mereka. Sedang anak-anak yang lahir kemudian dianggap sebagai adik-adik kandung dari Kweiya. Namun dalam perkembangan selanjutnya dari hari ke hari hubungan persaudaraan antara mereka semakin memburuk karena adik-adik tiri dari Kweiya merasa iri terhadap Kweiya.

Pada suatu hari, sewaktu orang tua mereka sedang mencari ikan, kedua adiknya bersepakat mengeroyok Kweiya serta mengiris tubuhnya sehingga luka-luka. Karena merasa kesal atas tindakan kedua adiknya itu, Kweiya menyembunyikan diri di salah satu sudut rumah sambil meminta tali dari kulit pohon “Pogak nggein” (genemo) sebanyak mungkin. Sewaktu kedua orang tua mereka pulang ditanyakan di mana Kweiya tetapi kedua adik tirinya tidak berani menceritakan di mana Kweiya berada. Lalu adik bungsu mereka, yaitu seorang anak perempuan yang sempat menyaksikan peristiwa perkelahian itu menceritakannya kepada kedua orang tua mereka. Mendengar cerita itu si ibu tua merasa ibah terhadap anak kandungnya. Ia berusaha memanggil-manggil Kweiya agar datang. Tetapi yang datang bukannya Kweiya melainkan suara yang berbunyi: “Eek..ek, ek, ek, ek!” sambil menyahut, Kweiya menyisipkan benang pintalannya pada kakinya lalu meloncat-loncak di atas bubungan rumah dan seterusnya berpindah ke atas salah satu dahan pohon di dekat rumah mereka.

Ibunya yang melihat keadaan itu lalu menangis tersedu-sedu sambil bertanya-tanya apakah ada bagian untuknya. Kweiya yang telah berubah diri menjadi burung ajaib itu menyahut bahwa, bagian untuk ibunya ada dan disisipkan pada koba-koba (payung tikar) yang terletak di sudut rumah. Ibu tua itu lalu segera mencari koba-koba kemudian benang pintalan itu disisipkan pada ketiaknya lalu menyusul anaknya Kweiya ke atas dahan sebuah pohon yang tinggi di hutan rumah mereka. Keduanya bertengkar di atas pohon sambil berkicau dengan suara: wong, wong, wong, wong, ko,ko, ko, wo-wik!!

Dan sejak saat itulah burung cenderawasih muncul di permukaan bumi di mana terdapat perbedaan antara burung cenderawsih jantang dan betina. Burung cenderawasih yang buluhnya panjang di sebut siangga sedangkan burung cenderawasih betina disebut: hanggam tombor yang berarti perempuan atau betina. Keduanya dalam bahasa Iha di daerah Onin, Fak-fak.

Adik-adik Kweiya yang menyaksikan peristiwa ajaib itu meresa menyesal lalu saling menuduh siapa yang salah sehingga ditinggalkan ibu dan kakak mereka. Akhirnya mereka saling melempari satu sama lain dengan abu tungku perapian sehingga wajah mereka ada yang menjadi kelabu hitam, ada yang abu-abu dan ada juga yang merah-merah, lalu mereka pun berubah menjadi burung-burung. Mereka terbang meninggalkan rumah mereka menuju ke hutan rimba dengan warnanya masing-masing. Sejak itu hutan dipenuhi oleh aneka burung yang umumnya kurang menarik di bandingkan cenderawasih.

Ayah mereka memanggil Kweiya dan istrinya dan menyuruh mengganti warna buluh, namun mereka tidak mau. Ayah mereka khawatir buluh yang indah itu justru mendatangkan mala petaka bagi mereka. Dia berpikir suatu ketika orang akan memburuh mereka termasuk ketiga anaknya yang lain. Ayah merasa kecewa kerena mereka tidak mengindahkan permintaan mereka untuk berubah buluh. Kini Ayahnya kesepian dan sedih, ia melipat kedua kaki lalu, menjemburkan dirinya ke dalam laut dan menjadi penguasa laut “Katdundur”.

BACA SELENGKAPNYA.....

12 February 2009

Resiko Penggunaan Ponsel


Dua penelitian yang dilakukan secara terpisah telah mengungkap beberapa resiko yang dihadapi pengguna ponsel. Temuan ini menambah panjang kontroversi terhadap dampak yang ditimbulkan piranti yang sudah tak dapat dipisahkan lagi dengan kehidupan manusia modern ini.

Penelitian pertama yang dilakukan oleh Profesor Lennart Hardell dari University Hospital di Orebro menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan ponsel mengalami peningkatan glioma atau atau kanker sel glial yang berpengaruh pada otak dan syaraf tulang belakang.

Menurut hasil penelitian ini, anak-anak yang mulai menggunakan ponsel sebelum usia 20 tahun menghadapi resiko lima kali lebih besar terjangkit tumor ini. Temuan yang sama juga menunjukkan bahwa mereka ini beresiko mengalami gangguan syaraf pendengaran yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi pendengaran.

Sementara penelitian lain yang dilakukan secara terpisah menunjukkan bahwa meletakkan ponsel dalam saku dapat mengurangi kesuburan sperma pria yang membawa ponsel tersebut. Penelitian yang dilakukan Cleveland Clinic ini menyertakan 32 subjek yang diletakkan pada jarak sekitar 2,5 cm dari ponsel untuk menyimulasikan posisi ponsel dalam saku. Subjek ini kemudian dikenai radiasi frekuensi 850Mhz selama satu jam.

Menurut sebuah berita yang dilansir IT News hari Selasa (23/09/08), hasilnya menunjukkan bahwa sampel ini mengalami penurunan jumlah antioksidan yang berdampak pada kelangsungan hidup dan kemampuan gerak sperma ini. Menurut para peneliti, temuan ini sangat penting artinya karena dari hasil penelitian ini mereka dapat mengembangkan lagi penelitian mereka untuk memahami dampak dari piranti elektronik yang sudah jadi bagian hidup sehari-hari ini.
BACA SELENGKAPNYA.....

Pemekaran Dogiyai Untuk Siapa?

Oleh : Frans Ign Bobii

KabarIndonesia - Di kala pemekaran Kabupaten Dogiyai datang dari sebuah pergulatan yang tidak sehat, di mana saat itu berkembang berbagai fenomena antara kelompok pro dan kelompok kontra. Kita toleh kembali bahwa kelompok propemekaran memiliki iktikad untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pemekaran. Sedangkan kelompok kontra memiliki berbagai pengalaman akibat pemekaran dan perlakuan pemerintah indonesia terhadap kehidupan masyarakat.

Sudah beberapa bulan lalu Kabupaten Dogiyai telah dimekarkan, seiring dengan pemekaran itu Adauktus Takerubun menjadi pejabat Bupati untuk mempersiapkan perangkat daerah menuju kabupaten devinitif. Tugas penjabat bupati memiliki tiga tugas pokok yakni, mempersiapkan birokrasi kelembagaan, membentuk KPUD dan mempersiapkan infrastrukturnya.


Dalam ikthisar membangun tiga tugas pokok itu memiliki keunikan dimana dalam sepak terjangnya terlihat ada keunikan yang berimbas pada munculnya kesenjangan sosial di kalangan masyarakat itu sendiri. Kesenjangan sosial mulai terlihat ketika penempatan personil (kabinet). Karakter itu lebih mengutamakan kelompok yang bukan sasaran pemekaran. Mestinya dipahami, bahwa sasaran pemekaran adalah untuk memberdayakan potensi lokal dan hal itu merupakan amanat UU Nomor 21/2001.

Upaya membangun Dogiyai yang digalang bersama kabinetnya sedang menanamkan benih-benih disentrisasi dalam pelayanan. Mesti dipaham bahwa untuk membangun mesti membutuhkan waktu dan tenaga dan memang hal itu wajar membangun tidak semuda seperti membalikkan telapak tangan. Walaupun demikian menjadi sorotan adalah soal cara meletakkan dasar pembangunan untuk lima sepuluh tahun ke depan. Dogiyai akan tinggal bersama rakyat di sana, organisasi pemerintah bukan organisasi temporer yang hanya dilahirkan untuk sesaat akan tetapi Dogiyai dimekarkan untuk kepentingan pembangunan manusia seutuhnya menuju suatu perubahan agar bisa bersaing dengan manusia lain di Papua.

Mari kita berbalik kebelakang terkait dengan perkembangan pembangunan di Papua, khususnya di Nabire. Dogiyai hadir untuk membangun dan memperbaiki pola hidup sambil mengangkat potensi lokal terutama manusianya, SDA dan berbagai aspek lainnya, setelah wilayah itu dianggap tertinggal ketika berada diwilayah pemerintahan Nabire.

Maju mundurnya Dogiyai ada di tangan rakyat bukan di tangan kelompok birokrasi yang menurut pemerintah Dogiyai dipandang sebagai Obyek pembangunan.

“Pada kesempatan rapat bersama dengan eselon II, III, dan IV yang dipimpin langsung pejabat Bupati terkesan mencecerkan sejumlah persoalan yang nantinya menjadi utopia dalam pembangunan ke depan. Semisalnya pernyataan bupati yang mengatakan pemerintah bertangungjawab kepada gubernur bukan kepada masyarakat ataupun kelompok tertentu yang dibentuk untuk kepentingan sesaat.

Pernyataan ini menggambarkan adanya sikap dan kepemimpinan otoriter dalam menakodai Dogiyai menuju kemandirian. Pernyataan lain yang dilontar pejabat bupati bahwa yang akan menjadi honorer di lingkungan Dogiyai adalah mereka yang memiliki profesi (ketrampilan).

Menyimak sejumlah pernyataan itu tatkala telah menyindir pola hidup manusia pedalaman. Sebab Dogiyai dimekarkan bukan untuk orang-orang pintar akan tetapi justru mau mengangkat harkat dan martabat manusia yang terlantar, terbelakang yang selalu dilakoni dengan tidak mampu. Lantas apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam memberdayakan manusia lokal di sana? pakah pemerintah hadir untuk mereka yang pintar, mampu dan memiliki kemampuan dan bagaimana dengan mereka yang terlena dalam keterpurukan hidup?

Pemekaran buat Orang Pintar
Tujuan pemekaran untuk memperpendek rentang kendali pemerintah, ini semua kalimat yang selalu dipakai untuk menguasai kelompok marginal di Tanah Papua. Sebab kenyatan pemekaran hadir dengan dalil memperdayakan manusia lokal melalui pemekaran namun kenyataan adalah justru orang lokal menjadi penonton setia di tanah perdikan.

Pemekaran Dogiyai dan beberapa daerah di Papua terkesan sedang menyangkal identitas, sebab seharusnya manusia lokal diperdayakan dalam kanca birokrasi ataupun pemberdayaan lain. Apalagi aspek lain, ekonomi, kesehatan berimbas terciptakan kecemburuan sosial yang nantinya akan menjadi bumeran dalam membangun sebuah daerah otonom sepanjangan lembaga pemerintah berjalan membangun. Siapa yang bertanggungjawab kalau sebuah daerah terlantar karena perlakuan pemimpin yang menganggap rakyat sebagai musuh, mesti rakyat diposisikan sebagai pengontrol jalannya roda pemerintah. (*)

BACA SELENGKAPNYA.....